RM.id Rakyat Merdeka - Renaldy Pujiansyah memperkenalkan buku The Architecture of Risk bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Selasa (6/10/2026). Berbeda dari peluncuran buku yang biasanya digelar melalui seremoni besar, Renaldy memilih merayakan lahirnya buku tersebut bersama anak-anak di Asrama Cinta Yatim & Dhuafa, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan.
Momen tersebut dibagikan Renaldy melalui akun Instagram pribadinya, @renaldypjs. Ia menyebut ulang tahunnya kali ini terasa berbeda karena tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga “lahirnya sebuah buku”.
“Untuk pertama kalinya, saya ingin membagikan sedikit cerita dari hari ulang tahun saya,” tulis Renaldy.
Menurutnya, memilih merayakan ulang tahun bersama anak-anak panti memiliki makna tersendiri. Ia menggambarkan anak-anak tersebut sebagai mereka yang sedang “menulis cerita hidup mereka masing-masing”.
Baca juga : Buku The Architecture of Risk: Berani Mengambil Risiko Tak Sama Dengan Nekat
Renaldy mengatakan setiap anak memiliki mimpi besar. Menurutnya, perbedaan titik awal tidak seharusnya menentukan seberapa jauh seseorang dapat melangkah.
Pesan tersebut juga mendapat respons dari sejumlah warganet. Salah seorang pengguna Instagram mengucapkan selamat atas “kelahiran” buku tersebut dan menilai pesan Renaldy mengingatkan bahwa titik awal tidak menentukan sejauh mana seseorang dapat melangkah.
Catatan Perjalanan Renaldy
The Architecture of Risk ditulis oleh jurnalis Mima Safa melalui proses wawancara dan penggalian perjalanan Renaldy selama sekitar satu tahun. Buku ini memadukan perspektif jurnalistik dengan tulisan-tulisan personal Renaldy dari berbagai fase kehidupannya.
Baca juga : Luncurkan Buku, Rifyan Ridwan Saleh Deklarasi Maju Ketum PB HMI
Renaldy yang dalam aktivitas profesionalnya juga berperan sebagai Project Director, membawa pengalaman mengenai pengambilan keputusan, bisnis, dan kepemimpinan ke dalam buku tersebut.
Namun, The Architecture of Risk tidak hanya merekam pencapaian. Buku ini juga memberi ruang pada pengalaman menghadapi kegagalan, relasi, keyakinan, pilihan, serta perubahan cara pandang terhadap keberhasilan.
Melalui buku tersebut, pembaca diajak melihat bagaimana seseorang memahami dan menghadapi risiko dalam berbagai keputusan kehidupan. Keberanian tidak ditempatkan sekadar sebagai tindakan mengambil risiko, tetapi juga sebagai proses memahami pilihan dan konsekuensinya.
“Masih ada banyak halaman kosong. Masih ada banyak mimpi yang bisa diperjuangkan,” tulis Renaldy.
Baca juga : Bappenas Luncurkan Buku MotoGP Mandalika
Ia kemudian merangkum refleksinya dalam tiga gagasan yang menjadi bagian penting dari The Architecture of Risk, yakni merancang keberanian, mengolah kegagalan, dan membangun masa depan.
Peluncuran bersama anak-anak panti asuhan itu menjadi awal perjalanan The Architecture of Risk di hadapan publik. Buku tersebut diperkenalkan melalui sebuah momen personal yang mempertemukan perjalanan Renaldy dengan pesan tentang mimpi, pilihan, dan masa depan yang masih terus ditulis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.