BREAKING NEWS
 

Xtreme Impact 2026, 19 Perenang Seberangi Selat Madura demi Bantu Nelayan

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 28 Oktober 2026 10:23 WIB
Foto: Dok. Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (CC92).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 19 perenang amatir akan menantang perairan terbuka Selat Madura pada 1 November 2026, bukan demi memecahkan rekor pribadi, melainkan untuk membantu perempuan nelayan dan masyarakat pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang kehilangan ruang hidup akibat abrasi dan banjir rob.

Melalui gerakan kemanusiaan Xtreme Impact 2026, panitia menargetkan donasi hingga Rp 1 miliar untuk mendukung infrastruktur adaptif dan penguatan ekonomi warga.

Para perenang dijadwalkan menyeberangi Selat Madura dari Madura menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II Surabaya.

Aksi ini memadukan tantangan olahraga ekstrem, penggalangan donasi, kepedulian lingkungan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Xtreme Impact 2026 digerakkan oleh Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (CC92) dalam rangkaian peringatan 100 tahun Kolese Kanisius, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BenihBaik.com dan Bandar Djakarta Group.

Desa Timbulsloko menjadi salah satu wilayah pesisir yang menghadapi dampak serius abrasi dan banjir rob.

Genangan air laut mengancam permukiman, akses jalan darat semakin terbatas, dan mata pencaharian masyarakat ikut terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, kelompok perempuan nelayan Puspita Bahari terus berupaya mempertahankan ekonomi keluarga melalui pengolahan hasil laut.

Namun, keterbatasan infrastruktur dan fasilitas produksi menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Penggagas Xtreme Impact, Arto Biantoro, mengatakan aksi renang lintas Selat Madura dipilih sebagai cara untuk menarik perhatian masyarakat terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan yang dihadapi warga Timbulsloko.

"Kami tidak berenang untuk memecahkan rekor personal. Kami berenang untuk mengubah kehidupan. Berenang menyeberangi Selat Madura hanyalah medium; tujuan sebenarnya adalah membangun jembatan harapan bagi saudara-saudara kita yang kehilangan daratan di Timbulsloko. Kami ingin menunjukkan bahwa keberanian individual bisa diubah menjadi dampak sosial yang nyata jika dilakukan bersama-sama," ujar Arto.

Melalui kerja sama dengan platform penggalangan dana BenihBaik.com dan Bandar Djakarta Group, Xtreme Impact 2026 menargetkan donasi hingga Rp 1 miliar.

Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur adaptif, seperti jalan dan jembatan apung, penyediaan fasilitas air bersih, serta pembangunan rumah produksi bernama Omah Iwak.

Baca juga : Gaet BenihBaik.com, Shopee Ajak Pengguna Kontribusi Gerakan Pelestarian Alam

Fasilitas Omah Iwak diharapkan membantu perempuan nelayan mengolah hasil laut dengan lebih baik, memperkuat kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Perempuan Nelayan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Ketua Perkumpulan Perempuan Nelayan Puspita Bahari Demak, Masnu’ah, menyambut baik gerakan kemanusiaan yang diarahkan untuk membantu masyarakat di desanya.

Ia menggambarkan perubahan besar di Timbulsloko akibat abrasi dan banjir rob. Wilayah yang dahulu memiliki hamparan sawah, kebun, ladang, dan pohon kelapa kini kehilangan banyak ruang hidup.

“Dulu daratan itu sawah terbentang luas, kebun, ladang, banyak pohon kelapa, padi. Tapi sekarang itu berbeda. Anak-anak saja kehilangan tempat bermain. Akses itu semua hilang, mata pencaharian itu semua hilang,” kata Masnu’ah.

Meski menghadapi kondisi sulit, ia mengatakan masyarakat tetap bertahan melalui solidaritas dan gotong royong. Warga juga berupaya menjaga laut agar tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Mereka bertahan secara terhormat, berjuang dengan solidaritas, gotong royong yang luar biasa. Karena prinsip kami, kami terus menjaga kehidupan laut kami. Bagi kami laut adalah ibu yang di mana mungkin tidak hari ini perjuangan kami membuahkan hasil, tapi 10-20 tahun ke depan kami masih tetap bisa mewariskan laut itu untuk anak cucu kami,” ujarnya.

Bagi warga setempat, dukungan yang dibutuhkan bukan hanya bantuan sesaat, melainkan fasilitas yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya menilai, perempuan nelayan Timbulsloko membutuhkan dukungan nyata agar mampu mempertahankan kemandirian di tengah tekanan perubahan lingkungan.

“Ketika membaca angka statistik abrasi atau perubahan iklim, kita kerap merasa itu jauh. Namun bagi warga Timbulsloko, itu adalah kenyataan pahit harian. Di balik tantangan renang ekstrem ini, ada nilai kemanusiaan yang sangat menyentuh. Perempuan nelayan di sana tidak meminta belas kasihan; mereka adalah sosok-sosok tangguh yang membutuhkan fasilitas dan dukungan nyata agar bisa berdiri di atas kaki sendiri. Tugas kita adalah memastikan perjuangan mereka tidak berlangsung sendirian,” ungkap Andy.

Dukungan Dunia Usaha dan TNI AL

Dukungan terhadap Xtreme Impact 2026 juga datang dari Bandar Djakarta Group. Sebagai pelaku usaha restoran makanan laut, perusahaan tersebut memandang keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir berkaitan erat dengan sektor usaha yang dijalankannya.

Perwakilan Bandar Djakarta, Wendy Santoso, mengatakan pihaknya mendukung gerakan tersebut karena dampak sosialnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tentunya pasti Bandar Djakarta mendukung kegiatan ini. Karena dampak yang baik itu memang harus dirasakan di lapangan, bukan hanya sekadar di atas kertas. Dan Bandar Djakarta sebagai sebuah restoran seafood, puji Tuhan kita menginjak 25 tahun. Setiap hari kita bekerja dengan hasil laut. Setiap hari kita hidup di laut,” jelas Wendy.

Ia menambahkan, misi membantu perempuan nelayan di Kabupaten Demak menjadi alasan pihaknya mendukung gerakan tersebut.

Baca juga : BenihBaik.com Salurkan Hibah Coca-Cola Foundation Ke Sumatera

“Jadi pada saat kita mendengar misi dari rekan-rekan dari Xtreme Impact untuk melakukan serangkaian kegiatan yang untuk membantu nelayan perempuan di Kabupaten Demak, kita melihat ini bukan sekadar kegiatan amal tapi ini adalah sebuah kegiatan yang kelihatannya memang harus kita dukung dan Bandar Djakarta mendukung,” tambahnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, penyelenggara berharap penggalangan dana dapat mempertemukan kepedulian masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dengan kebutuhan konkret warga pesisir.

Dukungan juga diberikan TNI Angkatan Laut, terutama dalam aspek keselamatan dan penyelenggaraan kegiatan sosial-maritim.

Mewakili Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral), Kolonel Marinir Ibnu Sri Mulyadi, M.M., M.Tr.Hanla., dari Pusteral menyampaikan bahwa fasilitas TNI AL dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya bahwa TNI Angkatan Laut memang mempunyai tugas pokok untuk salah satunya adalah pemberdayaan wilayah pertahanan laut. Di mana kita laksanakan dengan pembinaan potensi maritim karena di Angkatan Laut juga merupakan fasilitas yang dibiayai oleh negara. Dibiayai juga dari rakyat. Sehingga itu pun bisa digunakan untuk rakyat,” ujarnya.

Terkait kegiatan renang, TNI AL akan mendukung persiapan standar operasional dan prosedur agar kegiatan berjalan lancar. Dukungan juga mencakup pelaksanaan bakti kesehatan di KRI dr. Soeharso. 

Selain aksi renang dan penggalangan donasi, Xtreme Impact 2026 menghadirkan kegiatan sosial di bidang kesehatan berupa bakti sosial operasi katarak gratis bagi hingga 150 pasien prasejahtera di lingkungan Koarmada II TNI Angkatan Laut, Surabaya.

Kegiatan tersebut didukung Erha Clinic melalui kolaborasi dengan TNI AL. Operasi katarak direncanakan berlangsung di KRI dr. Soeharso.

Perwakilan Erha Clinic, Bayu Aji, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan membantu mengurangi gangguan penglihatan akibat katarak sekaligus mendekatkan masyarakat dengan TNI Angkatan Laut.

“Aksi sosial ini diharapkan tidak hanya dapat mengurangi prevalensi buta katarak di Jawa Timur, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat serta mendekatkan mereka dengan TNI AL,” kata Bayu.

Sementara itu, dari sisi kesehatan peserta, Business Development Director RS Abdi Waluyo, dr. Johnny Nurman, Sp.A, menyatakan para perenang telah menjalani pemeriksaan medis secara ketat sebelum mengikuti tantangan tersebut.

Adsense

Pemeriksaan meliputi fungsi kardiovaskular, paru-paru, serta ketahanan fisik untuk memastikan kesiapan peserta menghadapi kondisi perairan terbuka.

“Melihat dari visi misi yang begitu mulia, maka kami dari rumah sakit juga terpanggil untuk berpartisipasi di sini untuk menjaga atau memberikan tindakan preventif kepada para perenang. Jadi, para perenang ini karena akan berenang di open water yakni air laut di mana kandungan natrium dan segala macam itu akan sangat tinggi,” ujar Johnny.

Baca juga : The Coca-Cola Foundation & BenihBaik.com Salurkan Bantuan Banjir Sumatera

Ia menjelaskan, renang di laut memiliki risiko kesehatan yang perlu diantisipasi, termasuk gangguan elektrolit dan hipotermia.

Karena itu, pemeriksaan fisik dan cardiopulmonary exercise testing menjadi bagian dari persiapan medis peserta.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko dan menjaga keselamatan perenang selama menghadapi tantangan di Selat Madura.

Ketua Perkumpulan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ), James W. Prakarsa, menegaskan peringatan satu abad Kolese Kanisius ingin diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perayaan 100 tahun Kolese Kanisius ini kami tidak ingin hanya dengan senang-senang, tapi juga kita memberikan dampak,” katanya.

Wave of Hope, Simbol Keberanian dan Solidaritas

Semangat kemanusiaan Xtreme Impact 2026 juga dituangkan dalam desain jaket dan baju renang bertema Wave of Hope yang dirancang Mira Hoeng dari Miwa Pattern.

Menurut Mira, desain tersebut tidak sekadar menjadi perlengkapan peserta, tetapi juga simbol keberanian dan solidaritas dalam sebuah gerakan sosial.

“Ini adalah lencana kehormatan dan cerita keberanian. Setiap goresan motif pada jaket ini bukan sekadar pola tekstil biasa. Ia lahir dari kisah nyata, keringat, dan keberanian luar biasa dari para perenang yang berjuang membawa gelombang kebaikan,” ujarnya.

Ia berharap, jaket tersebut menjadi pengingat bahwa para peserta telah mengambil bagian dalam gerakan yang bertujuan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.

Sebanyak 19 perenang amatir dari berbagai latar belakang akan mengikuti tantangan renang lintas Selat Madura pada 1 November 2026.

Berikut nama-nama peserta yang diumumkan panitia:
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense