BREAKING NEWS
 

Bantu 22.500 Keluarga Pasien Anak, Ronald McDonald House Ekspansi ke Surabaya

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 2 November 2026 20:58 WIB
Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) berkomitmen terus membantu lkeluarga pasien anak. (Foto: Dok. Ronald McDonald House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mendampingi anak yang menjalani pengobatan jauh dari rumah bukan perkara mudah.

Selain memikirkan kondisi kesehatan buah hati, orang tua juga harus menanggung biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari selama berada di rumah sakit.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Yayasan Ronald McDonald House Indonesia.

Selama 15 tahun hadir di Indonesia, yayasan yang sebelumnya dikenal sebagai Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) ini telah membantu lebih dari 22.500 keluarga pasien anak. Memasuki usia ke-15, yayasan memperbarui identitas sekaligus menyiapkan perluasan layanan.

Salah satunya dengan membangun Rumah Singgah kelima di RS Kemenkes Surabaya yang direncanakan memiliki 33 kamar.

Yayasan juga sedang mempersiapkan pembangunan Family Room di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung. Ketua Yayasan Ronald McDonald House Indonesia, Caroline Djajadiningrat, mengatakan perubahan identitas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen membantu keluarga pasien anak.

"Selama 15 tahun, kami telah menyaksikan bagaimana kehadiran rumah singgah dan berbagai program kami membantu meringankan beban keluarga. Ke depannya, kami ingin terus memperluas jangkauan bantuan agar semakin banyak keluarga dapat merasakan dukungan dan manfaat yang sama," ujar Caroline.

Logo baru yayasan menggabungkan simbol hati dan rumah dengan desain lebih sederhana dan modern.

Baca juga : Mirah Sumirat: Jangan Berhenti Pada Pembangunan Simbol

Identitas tersebut membawa pesan Putting Families at the Heart of Care, dengan tetap mengusung semangat Keluarga Tetap Bersama.

Selama ini, yayasan telah menyediakan 78.202 malam menginap gratis bagi 3.108 keluarga melalui program Rumah Singgah. Fasilitas tersebut juga membantu menghemat biaya akomodasi dan transportasi hingga sekitar Rp7,82 miliar.

Saat ini, terdapat empat Rumah Singgah yang beroperasi, yakni tiga di Jakarta, masing-masing di Lebak Bulus, Kiara RSCM, dan Kemanggisan, serta satu di Denpasar, Bali. Total tersedia 111 kamar gratis bagi keluarga pasien anak yang dirujuk rumah sakit.

Selain itu, dua fasilitas Ronald McDonald House Family Room di RSCM Jakarta dan RSUP Prof. Ngoerah Denpasar telah membantu 19.589 keluarga mendapatkan tempat beristirahat selama menunggu perawatan anak.

Melalui program Ronald McDonald Care Mobile, yayasan juga telah memberikan imunisasi dasar kepada 666.221 anak di 414 titik di Indonesia.

Manfaat rumah singgah dirasakan langsung keluarga Angeline (10), pasien asal Rembang, Jawa Tengah, yang didiagnosis mengalami Guillain-Barré Syndrome (GBS) pada Februari 2026.

Adsense

Kondisinya sempat kritis hingga harus dirawat di ICU dan menggunakan ventilator. Angeline kemudian dirujuk ke RSAB Harapan Kita, Jakarta, jauh dari tempat tinggalnya.

Ayah Angeline bahkan menempuh perjalanan laut selama 14 hari dari Afrika untuk pulang dan mendampingi anaknya.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Momentum Pengingat Keadilan Untuk Pekerja

"Anak dan istri saya lebih membutuhkan kehadiran saya, bukan hanya uang," menjadi alasan sang ayah untuk kembali ke Indonesia.

Selama menjalani pengobatan, keluarga Angeline mendapat tempat tinggal di Rumah Singgah Yayasan Ronald McDonald House Indonesia.

Ibunda Angeline, Ayu, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas dan perhatian para staf rumah singgah.

"Di luar ekspektasi kami, semua stafnya sangat peduli, sampai petugas kebersihan juga sudah seperti keluarga sendiri. Tidak ada uang pun tidak apa-apa, yang penting anak bisa sehat," tuturnya.

Hal serupa dirasakan keluarga Keenan (4), pasien tumor otak asal Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Orang tuanya rela meninggalkan pekerjaan demi mendampingi pengobatan Keenan di Denpasar, Bali.

Ibunda Keenan, Dini, mengatakan rumah singgah bukan hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memberikan dukungan emosional bagi keluarganya.

"Di sini, saya menemukan keluarga baru. Kami semua pejuang sembuh yang saling support. Saat sebelumnya tinggal di kos, saya dan suami hanya bisa menangis berdua. Di rumah singgah, kami saling merangkul," katanya.

Kisah kedua keluarga tersebut menunjukkan pentingnya dukungan bagi orang tua yang harus mendampingi anak menjalani pengobatan jauh dari rumah.

Baca juga : Kemendukbangga/BKKBN Hadirkan Posko Layanan Keluarga di Jalur Mudik Lebaran 2026

Rencana ekspansi ke Surabaya dan Lampung diharapkan dapat membantu lebih banyak keluarga. Terlebih, data RS Kemenkes Surabaya menunjukkan sekitar 70 persen pasien anak berasal dari luar daerah.

Dalam menjalankan programnya, yayasan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk McDonald's Indonesia yang telah menjadi mitra sejak 2011.

Associate Director of Communications McDonald's Indonesia Meta Rostiawati mengatakan, pihaknya akan terus mendukung program yayasan, termasuk melalui fasilitas donasi di Self-Ordering Kiosk (SOK), penjualan merchandise McHappy Socks, dan sponsorship.

"Kami berharap dapat terus memfasilitasi niat baik pelanggan dan mengajak lebih banyak mitra lain untuk turut berdonasi, agar bersama-sama kita dapat membangun support system bagi pasien anak dan keluarganya," ujar Meta dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Melalui berbagai program tersebut, Yayasan Ronald McDonald House Indonesia ingin memastikan keluarga tetap bisa mendampingi anak selama menjalani pengobatan tanpa terbebani persoalan tempat tinggal. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense