BREAKING NEWS
 

Terungkap, 5 Rahasia Korsel Kuasai Dunia Lewat Hallyu...

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 20 Desember 2022 14:01 WIB
Pakar Hubungan Internasional dari Korea University, Andrew Eungi Kimalam Workshop ke-6 Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea Batch 2, yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation secara hybrid, beberapa waktu lalu. (Foto: YouTube)

 Sebelumnya 
Secara global, Korsel adalah negara ekonomi terbesar ke-10 di dunia. Nama-nama seperti Samsung, LG, dan Hyundai tak asing lagi di telinga warga dunia.

“Secara bertahap, dunia mengasosiasikan Korsel dengan kemakmuran dan standar hidup yang tinggi. Inilah yang antara lain membuat orang tertarik pada hal-hal berbau Korsel,” tegas Andrew.

Keempat, dukungan pemerintah. Tahun 1994, Presiden Korsel menerima laporan yang merekomendasikan untuk menguatkan produksi media sebagai bagian dari industri strategis nasional.

Rekomendasi ini dilatarbelakangi oleh catatan pendapatan keseluruhan AS dari film Jurassic Park yang diproduksi Hollywood. Nilainya setara dengan penjualan 1,5 juta unit mobil Hyundai.

Analogi perbandingan film dengan mobil Hyundai – yang pada waktu itu dianggap sebagai kebanggaan Korea – dinilai cukup tepat untuk menyadarkan para pemangku kebijakan Korsel dan masyarakat. Agar menguatkan gagasan budaya sebagai industri.

Baca juga : Tuntut Rasa Keadilan Kasus Kanjuruhan, Aremania Serukan Revolusi PSSI

“Pemerintah kami sangat percaya, bahwa antusiasme masyarakat dunia terhadap budaya popular Korsel, dapat menguntungkan sektor ekspor dan diplomasi soft power,” ujar Andrew.

Inilah yang akhirnya melatarbelakangi pemerintah Korsel, untuk meluncurkan sebuah lembaga yang bertugas mengawasi dan mengkoordinasikan promosi industri konten Korsel. Serta mempromosikan ekspor budaya pada tahun 2000, melalui Pusat Promosi Industri Budaya.

Tahun 2009, lembaga ini berganti nama menjadi Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA).

Total anggaran Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata yang dialokasikan untuk KOCCA pada tahun ini, dilaporkan telah melampaui angka 7 triliun won atau Rp 84,63 triliun. Tertinggi dalam sejarah.

Keempat, peran agen K-pop. Agensi hiburan K-pop dikenal ahli memoles kemasan dan menghasilkan produk-produk terbaik. Sementara perusahaan K-Pop melatih artis, memproduksi dan mempromosikan karya musik, serta mengelolanya. 

Baca juga : Menpora Banggakan Eko Raih Dua Perak Di Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Karakteristik umumnya, perusahaan K-pop beroperasi sebagai konglomerat hiburan.

Mereka mengelola label rekaman; menjadi agen bakat dengan perekrut dan pelatih handal; perusahaan produksi musik dengan penulis lagu, musisi, penata suara, dan produser; perusahaan event; perusahaan konser; dan rumah produksi musik.

Kelima, fandom factor alias basis penggemar yang berdedikasi.

K-Pop fans club memiliki peran yang unik. Mereka tak hanya aktif mempublikasikan berita tentang lagu terbaru dan konser grup idola mereka, tetapi juga menerjemahkan lirik lagu Korsel dalam bahasa Inggris dan lainnya.

Selain itu, mereka juga berulang kali mendengarkan lagu untuk meningkatkan semangat, serta mendongkrak statistik band di YouTube dan situs streaming musik.

Baca juga : Misi Kunci Juara Grup

Fandom factor ini terbukti mampu menjadikan lagu “Butter” BTS memegang rekor viewers YouTube terbanyak, dalam tempo 24 jam pertama setelah rilis (108,2 juta viewers pada 21-22 Mei 2021).

Fans juga getol membeli CD grup idola mereka dan aneka merchandise terkait lainnya. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense