Sebelumnya
Bagi Republik Islam Iran, negara-negara Asia, khususnya negara-negara Islam, atau yang berpenduduk Islam, punya tempat begitu istimewa dalam strategi pengembangan kebijakan luar negeri.
Dalam kerangka doktrin ini, kerjasama dan interaksi sebanyak mungkin dengan negara-negara tersebut ditempatkan dalam agenda pemerintahan Ebrahim Raisi. Maka, seluruh elemen yang berperan dalam kebijakan luar negeri Iran, menitikberatkan kerjasama dengan benua Asia sebagai fenomena ekonomi yang baru yang muncul di masa kini.
Baca juga : Besok, Presiden Iran Seyed Ebrahim Raisi Datang Ke Indonesia
Untuk mencapai tujuan inilah, pemerintahan Presiden Raisi melakukan diplomasi aktif sejak awal pemerintahannya dan mengambil pendekatan baru dalam kebijakan luar negeri, dengan lebih dari 10 perjalanan luar negeri selama dua tahun terakhir ke berbagai negara. Antara lain Tajikistan, Turkmenistan, Rusia, Qatar, China, Suriah dan lain-lain.
Sebaliknya, Presiden Raisi pun menerima kunjungan kenegaraan dari pemimpin dan pejabat senior dari berbagai negara dunia. Antara lain Presiden Suriah, Venezuela, Turkmenistan, Tajikistan, Kazakhstan, Turki, Irak, Armenia, Belarusia, dan Kazakhstan.
Baca juga : Soal Data Pertanian, Presiden Kembali Marah
Berdasarkan hal tersebut diketahui, pemerintahan Presiden Raisi menempuh pendekatan baru, dengan slogan diplomasi yang “Seimbang, Cerdas dan Dinamis”, dan secara serius menjalankan politik luar negeri Iran. Tujuannya, membina dan memperluaskan hubungan persahabatan dan persaudaraan dengan seluruh negara di dunia.
Di tengah perjalanan ini, Indonesia termasuk menjadi negara tujuan yang dikunjungi secara resmi oleh Presiden Raisi. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.