RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengklaim telah memperoleh dukungan untuk mengamankan tiket pencalonan Presiden AS dari Partai Demokrat.
Dari penghitungan Associated Press (AP), Harris saat ini telah memiliki 2.214 delegasi Demokrat. Angka tersebut jauh melampaui jumlah mayoritas yang dibutuhkan untuk meraih nominasi pada pemungutan suara pendahuluan, yaitu 1.976 delegasi.
Namun, AP menegaskan, survei tersebut bukanlah angka resmi. Sebab, para delegasi Demokrat masih bebas memilih kandidat pilihan mereka ketika partai tersebut secara resmi memilih kandidatnya di Konvensi Nasional Partai Demokrat yang akan digelar di Chicago, Illinois, pada 19-22 Agustus mendatang.
Baca juga : Kasus Harun Masiku, KPK Cekal Lima Orang
Di sana, para delegasi Partai Demokrat akan secara resmi menunjuk kandidat mereka untuk menghadapi Capres Partai Republik Donald Trump pada Pemilu November mendatang.
“Saya bangga telah mendapatkan dukungan luas yang dibutuhkan untuk menjadi calon dari partai kami. Sebagai putri California, saya bangga delegasi negara bagian tempat saya berasal membantu menjadikan kampanye kami unggul. Saya berharap dapat segera menerima nominasi secara resmi,” ungkap Harris dalam pernyataan di X.
Harris juga berterima kasih kepada Presiden AS Joe Biden dan Partai Demokrat karena telah menaruh kepercayaan kepadanya.
Baca juga : Disambut Hangat Keluarga Sinclair
Pada Minggu (21/7/2024), Biden mengundurkan dari Pilpres AS yang akan digelar pada 5 November mendatang. Sebagai gantinya, Biden mendukung Kamala Harris untuk menjadi capres AS dari Partai Demokrat.
Salah satu anggota Partai Demokrat terlama di AS, Nancy Pelosi, juga menyatakan dukungan ke politikus berdarah India itu. Pelosi adalah tokoh berpengaruh di Demokrat. Dia merupakan mantan Ketua DPRAS. Mantan Presiden Bill Clinton dan istrinya, Hillary, juga sudah menyatakan mendukung Harris.
Namun, dukungan untuk Harris belum solid. Beberapa anggota Partai Demokrat khawatir, Harrisdapat mengurangi peluang partai untuk melawan Donald Trump pada Pemilu nanti.
Baca juga : Biden Mundur, Trump Semakin Besar Kepala
Mantan Presiden AS Barack Obama masih menahan diri untuk mendukung Harris dalam nominasi kandidat presiden dari partai tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.