RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Minnesota Tim Walz (60) mengaku mendapatkan kehormatan, karena telah ditunjuk menjadi pendamping kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Kamala Harris (59).
“Ini merupakan suatu kehormatan seumur hidup, untuk bergabung dengan @kamalaharris dalam kampanye ini. I’m all in,” kata Walz via platform media sosial X, Selasa (6/8/2024).
Walz menilai, Harris telah sukses menunjukkan kepada publik tentang politik kemungkinan.
“Itu sedikit mengingatkan saya pada hari pertama sekolah. Mari kita tuntaskan itu. Bergabunglah dengan kami,” ujarnya.
Baca juga : Kamala Harris Tunjuk Gubernur Minnesota Tim Walz Untuk Jadi Wapres
Lewat akun Instagramnya, Harris mengumumkan telah memilih Walz sebagai cawapres di Pilpres AS 5 November mendatang, dengan penuh rasa bangga.
“Salah satu hal yang menguatkan alasan saya untuk memilih Tim adalah kuatnya keyakinan dia dalam memperjuangkan keluarga kelas menengah,” ungkap Harris.
Dia pun menceritakan latar belakang Walz, yang dibesarkan di sebuah kota kecil di Nebraska. Walz menghabiskan musim panas, dengan bekerja di lahan pertanian milik keluarganya.
Ayah Walz meninggal karena penyakit kanker ketika dia berusia 19 tahun. Untuk bertahan hidup, keluarga Walz mengandalkan jaminan sosial dari pemerintah.
Baca juga : Kamala Harris Kembali Ungguli Donald Trump, Persaingan Makin Sengit
Pada usia 17, Walz mendaftar di Garda Nasional dan mengabdi selama 24 tahun. Dia memanfaatkan program bantuan bagi para veteran untuk mendapatkan pendidikan tinggi (GI Bill), hingga berhasil menjadi guru.
Walz lalu menjabat pelatih sepak bola dan penasihat Aliansi Gay-Straight.
“Saya berbagi latar belakang Walz, karena itu adalah hal yang mengesankan. Walz bekerja sama dengan Partai Republik untuk meloloskan investasi infrastruktur. Dia memotong pajak untuk keluarga pekerja. Serta mengesahkan undang-undang untuk memberikan cuti keluarga dan medis berbayar kepada setiap keluarga Minnesota,” beber Harris.
Walz menjadikan Minnesota sebagai negara bagian pertama di negara itu, yang mengesahkan undang-undang perlindungan aborsi konstitusional setelah Mahkamah Agung membatalkan Roe v. Wade.
Baca juga : Gelandang Muda Persija Jadi Pemain Terbaik Piala AFF: Ini Berkat Semua Pemain
Walz juga meloloskan RUU yang mengharuskan pemeriksaan latar belakang universal, untuk pembelian senjata.
"Yang paling membuat saya terkesan tentang Tim adalah komitmennya yang mendalam kepada keluarganya: Gwen, Gus, dan Hope. Doug dan saya berharap dapat bekerja sama dengannya, juga Gwen untuk membangun pemerintahan yang mencerminkan nilai-nilai bersama kami," papar Harris.
"Apakah Anda seorang pendukung, sukarelawan, donor, anggota staf kami, atau nama Anda ada di tiket, Anda adalah bagian dari kampanye kuat orang-orang yang akan mengalahkan Donald Trump. Kami akan membangun kemitraan yang hebat. Kami akan membangun tim yang hebat. Kami akan memenangkan pemilihan ini. Mari kita mulai bekerja. Bergabunglah dengan kampanye kami di link bio saya," pungkas Harris.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.