Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pilpres AS
Kamala Harris Kembali Ungguli Donald Trump, Persaingan Makin Sengit
Rabu, 31 Juli 2024 08:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Kamala Harris kembali menunjukkan keunggulan atas rivalnya yang mewakili Partai Republik, Donald Trump dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru. Kali ini, Harris unggul satu poin. Persaingan makin ketat.
Hasil ini menutup celah yang terbuka pada pekan terakhir sebelum Presiden Joe Biden mundur dari bursa Capres AS.
Dalam jajak pendapat tiga hari yang selesai pada Minggu (28/7/2024), Harris berhasil mengantongi 43 persen suara pemilih terdaftar. Sedangkan Trump 42 persen. Dengan margin kesalahan 3,5 persen.
Sementara jajak pendapat Reuters/Ipsos minggu lalu, Harris unggul 44 persen atau unggul dua poin atas Trump, yang mengantongi angka 42 persen.
Baca juga : Penting, TNI AU Kembangkan Konsep Pertahanan Udara Modern dan Canggih
Harris terus mengkonsolidasikan posisinya sebagai kandidat Demokrat dalam 10 hari terakhir, setelah Biden (81) memutuskan pamit dari panggung Pilpres pada 21 Juli 2024. Sejak saat itu, donasi dan dukungan untuk Harris melonjak.
Jajak pendapat menunjukkan, tingkat kedisukaan terhadap Harris mencapai 46 persen. Yang tidak suka, ada 51 persen. Angka ini meningkat dibanding hasil polling Reuters/Ipsos pada 2 Juli 2024, yang menunjukkan tingkat kedisukaan untuk Harris sebesar 40 persen, dan yang tidak suka 57 persen.
Dalam survei terbaru ini, tingkat kedisukaan terhadap Trump hanya 41 persen. Sebanyak 56 persen, tidak menyukai.
Dalam periode yang sama, tingkat kedisukaan untuk Trump hanya bergeser sedikit.
Baca juga : Woww, Dana Kampanye Kamala Harris Tembus Rp 3,26 Triliun Dalam Sepekan
Jajak pendapat ini menunjukkan, pemilih terdaftar menyukai pendekatan Trump terhadap masalah ekonomi, imigrasi, dan kejahatan. Sedangkan Harris, disukai karena memiliki rencana perawatan kesehatan yang lebih baik.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru melibatkan 1.025 orang dewasa AS, termasuk 876 pemilih terdaftar, dilakukan secara online dalam bahasa Inggris dalam periode 26-28 Juli 2024.
Jajak pendapat nasional ini mengukur dukungan pemilih Amerika untuk politisi. Namun, untuk kegiatan Pilpres, biasanya ditangkap di negara bagian yang kompetitif seperti Arizona, Michigan dan Pennsylvania yang menggeser keseimbangan di AS.
Harris Mencari Pasangan
Harris direncanakan mengumumkan pendamping di Pilpres 5 November 2024, sebelum tanggal 7 Agustus.
Baca juga : Nangis, Lembu Kena Serangan Jantung
Sejauh ini, jajak pendapat menunjukkan, Senator dan mantan astronot Mark Kelly dari Arizona memiliki peringkat kesukaan tertinggi dengan angka 32 persen. Diikuti Gubernur Josh Shapiro dari Pennsylvania 27 persen, Andy Beshear dari Kentucky 20 persen, JB Pritzker dari Illinois 14 persen, dan Tim Walz dari Minnesota 11 persen.
Sekitar setengah dari pemilih terdaftar yang menanggapi jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos mengaku belum pernah mendengar tentang Kelly. Bahkan, kurang akrab dengan nama-nama lain.
Tak Ada Buttigieg
Menteri Transportasi Pete Buttigieg tidak termasuk dalam jajak pendapat terbaru. Namun, 37 persen pemilih terdaftar yang menanggapi jajak pendapat, memiliki pandangan yang baik tentang Buttigieg.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya