Sebelumnya
Debat perdana Trump melawan Harris diperkirakan akan menyedot perhatian lebih banyak penonton daripada debat perdana Trump melawan Presiden AS Joe Biden.
Bloomberg mencatat, ada 51 juta pasang mata yang menonton debat Trump-Biden. Diperkirakan jumlah yang menyaksikan debat Trump-Harris akan jauh lebih besar.
Karena Biden mundur dari pencalonan bulan lalu dan Harris sebagai penggantinya, tim kampanye Trump pun putar otak melakukan kampanye untuk menjatuhkan Harris.
Baca juga : Kurikulum Sekolah Mesti Klop Dengan Dunia Kerja
Sejauh ini, tim kampanye Trump masih belum menemukan cara jitu untuk menggembosi popularitas Harris yang terus naik.
Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos pada 22-23 Juli lalu menunjukkan Harris unggul 37 persen dibanding Trump yang meraih 34 persen.
Dalam jajak pendapat terpisah, Ipsos menemukan Harris unggul 42 persen dibandingkan Trump dengan 40 persen di tujuh negara bagian penentu yang persaingannya paling ketat pada 2020, yaitu Arizona, Georgia, Michigan, Nevada, North Carolina, Pennsylvania dan Wisconsin. Meski perolehan tersebut tidak mencerminkan hasil yang dicapai masing-masing negara bagian.
Baca juga : Perang Saudara Dan Adu Gengsi
Popularitas Harris yang terus meningkat telah membuat tim kampanye Trump kebingungan dan kesulitan mengembangkan garis serangan yang koheren terhadapnya.
Selama konferensi pers pada Kamis (8/8/2024), Trump berulang kali salah menyebut nama Harris, mempertanyakan identitas ras dan membuat sejumlah klaim aneh soal Harris. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 10 Agustus 2024 dengan judul "Jelang Debat Perdana Capres Popularitas Harris Naik, Kubu Trump Putar Otak"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.