RM.id Rakyat Merdeka - Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) akan mengerahkan 103 pasukan untuk menjaga kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indonesia-Africa Forum (IAF) 2024 yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 1-3 September 2024.
Komandan Batalyon Komando 463 Kopasgat Letkol Pas Jemy Pria Utama meminta ke 103 pasukannya itu untuk menjalankan tugas pengamanan dengan maksimal.
"Prajurit harus peka terhadap perkembangan situasi yang ada di sekitar, jaga nama baik TNI dan Kopasgat dalam melaksanakan tugas," kata dia seperti dikutip Antara, Rabu (28/8/2024).
Baca juga : Banteng Pede, Ngusung Kader Sendiri Di Bali
Menurut Jemy, seluruh pasukannya harus peka terhadap kondisi dan situasi di lokasi. Dengan kepekaan tersebut, prajurit akan dengan mudah mendeteksi konflik sehingga dapat dicegah sejak dini.
Selain itu, Jemy juga meminta kepada seluruh pasukan agar dapat saling berkolaborasi dengan pihak manapun dalam menjaga kondusifitas kegiatan KTT tersebut.
Jemy berharap para pasukannya bisa memberikan pengamanan yang terbaik demi meningkatkan martabat bangsa di kancah internasional.
Baca juga : Ketua MPR Ingatkan Tantangan Indonesia di Usia ke-79 Tahun Makin Rumit dan Beragam
Untuk diketahui, Forum Indonesia-Afrika Ke-2 akan digelar di Bali pada 1-3 September 2024 dan akan dilaksanakan bersamaan dengan High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnership (HLF MSP).
Beberapa kerja sama yang akan diprioritaskan dalam forum tersebut antara lain kerja sama dalam transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan.
IAF 2024 menargetkan kehadiran 28 kepala negara dan 800 peserta yang mewakili pemerintah, organisasi internasional dan regional, serta pengusaha dari Indonesia dan Afrika.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.