Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pilih Koster, Ceraikan Cok Ace
Banteng Pede, Ngusung Kader Sendiri Di Bali
Jumat, 23 Agustus 2024 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah penantian panjang dan penuh teka-teki, rekomendasi PDI Perjuangan untuk Pilgub Bali akhirnya turun juga. Rekomendasi jatuh ke tangan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta atau Koster-Giri.
Rekomendasi dikeluarkan oleh DPP PDI Perjuangan pada Kamis, (22/8/2024). Pengumuman rekomendasi ini dibacakan oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Dilanjutkan dengan penyerahan rekomendasi oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Saat rangkaian pengumuman itu, Giri Prasta membacakan surat dedication of life Soekarno.
“Dari provinsi Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster M.M. dan I Nyoman Giri Prasta. Jadi Pak Giri itu yang membacakan dedication of life dengan penuh penghayatan,” kata Hasto, Kamis, (22/8/2024).
Sekretaris DPD PDIP Bali, IGN Jaya Negara mengatakan, pihaknya akan segera merapatkan barisan. PDIP Bali akan mensosialisasikan dan mengkonsolidasikan dengan jajarannya baik dari tingkat DPD partai sampai anak ranting.
Baca juga : Awas, Barang Impor Diklaim Produk Lokal
“Mensosialisasikan dan mengkonsolidasikan dengan jajaran dari DPD partai sampai anak ranting untuk bergerak dan bekerja keras memenangkan Pak Koster dan Pak Giri,” ungkapnya.
Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Tjokorda Gede Agung menjelaskan, pihaknya akan memperjuangkan siapapun rekomendasi yang diputuskan oleh Megawati. Dia juga akan mengerahkan seluruh kader untuk dapat memenangkan pasangan Koster-Giri.
“Harus diperjuangkan sampai jadi, nggak boleh setengah-setengah,” ujar Agung, Kamis (22/8/2024).
Namun, Agung mengaku belum mau membicarakan soal target pada Pilkada Bali nanti. Dia mengatakan, pihaknya harus merapatkan hal ini untuk mengetahui strategi dan hal yang harus diantisipasi saat Pilkada termasuk pada tingkat kabupaten dan kota.
“Belum (ada target), kita kan rapat dulu. Nanti rapat kan kita tahu dari kabupaten kota bagaimana. Misalnya kalau ada kelemahan, kelemahannya gimana, kan gitu,” imbuh Agung.
Baca juga : BAB Sembarangan Bakal Dikenai Denda Rp 50 Juta
Agung mengungkapkan, majunya Wayan Koster dan Giri Prasta di Pilgub Bali sekaligus membantah ketidakharmonisan keduanya. “Siapa yang buat panas, saya nggak pernah tutup-tutupi, saya selalu tegak lurus,” ujarnya.
Sebelumnya, indikasi hubungan keduanya mulai renggang terlihat sejak tahun lalu. Saat itu, Wayan Koster yang masih menjabat sebagai Gubernur Bali, jarang menghadiri kegiatan yang dihadiri Giri Prasta selaku Bupati Badung. Begitu juga sebaliknya.
Berembus kabar, panas-dingin hubungan dua kader PDIP itu karena bersaing merebut rekomendasi PDIP untuk Pilkada Bali 2024. Keduanya disebut menjadi kandidat kuat untuk diusung menjadi calon gubernur.
Menurut Agung, dua kader banteng tersebut merupakan kader potensial. Gede mengingatkan kepada seluruh kader PDIP se-Bali untuk memenangkan Koster-Giri tanpa alasan.
“Siapa Pak Koster, siapa Pak Giri semua orang pada tahu. Terlepas dari kurang lebihnya kami nggak boleh jemawa, semua orang punya kekurangan pasti punya lebih,” jelas anggota DPRD Bali itu.
Baca juga : Sevilla Vs Villarreal, Ngejar Penglaris
Dia menegaskan, jika Koster dan Giri bukan kader yang baik, tidak mungkin mendapatkan rekomendasi dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Jangan lagi kekurangan itu diangkat-angkat, tidak akan selesai persoalan,” tandasnya.
Untuk diketahui, dipasangkannya dua kader internal PDIP sesuai dengan perolehan kursi di DPRD Bali, di mana PDIP memperoleh 32 kursi dari 55 kursi DPRD Bali hasil Pemilu 2024. Sedangkan partai lainnya seperti Gerindra 10 kursi, Golkar 7 kursi, Demokrat 3 kursi, PSI 1 kursi, Nasdem 2 kursi.
Sebelum keduanya resmi berpasangan, PDIP Bali merekomendasikan dua calon Wakil Gubernur, yakni Giri Prasta dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace yang merupakan pasangan Koster di periode pertama. Akan tetapi dinamika internal di PDIP Bali cukup kuat untuk memasangkan Koster-Giri demi kesolidan partai.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 23 Agustus 2024 dengan judul Pilih Koster, Ceraikan Cok Ace, Banteng Pede, Ngusung Kader Sendiri Di Bali
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya