BREAKING NEWS
 

Bos Telegram Disebut Bertemu Presiden Emmanuel Macron, Sebelum Jadi WN Prancis

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 28 Agustus 2024 22:42 WIB
Bos Telegram Pavel Durov (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov dilaporkan telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, sebelum resmi mendapatkan kewarganegaraan di negara tersebut.

Melansir Le Monde, riwayat pertemuan itu disebutkan pada aplikasi kewarganegaraan yang diajukan Durov.

Dia memperoleh paspor Prancis pada tahun 2021 melalui jalur emeritus asing. Jalur ini diberikan kepada orang asing yang dianggap berkontribusi pada pengaruh Prancis.

Durov ditangkap tak lama setelah pesawat jetnya mendarat di Bandara Le Bourget, Paris pada 24 Agustus 2024. Dan hari ini, masa tahanannya berakhir. Durov mulai menjalani pemeriksaan di pengadilan.

Baca juga : Indeks Demokrasi Disebut Terus Menurun, Jokowi Bilang Begini

Penangkapan itu disebut bagian dari penyelidikan luas, yang melibatkan beberapa departemen polisi dan gendarmerie.

Gendarmerie adalah kekuatan militer yang bertugas menegakkan hukum di tengah penduduk sipil.

Adsense

Durov diduga mengizinkan konten pornografi anak dan operasi kejahatan terorganisir berkembang di Telegram, aplikasi messaging dengan moderasi minimal.

Dia juga dikabarkan menolak bekerja sama untuk memenuhi permintaan peradilan Prancis.

Baca juga : Anggotanya Ketemu Presiden Israel, PBNU Naik Pitam

Penangkapan tersebut mengirimkan banyak gelombang kejut. Terutama, dari negara asalnya: Rusia. Di Negeri Beruang Merah, Telegram sangat populer. Pengguna Telegram khawatir, keamanan aplikasi tersebut dikompromikan.

Di Amerika Serikat, orang terkaya dunia Elon Musk menilai penangkapan Durov sebagai serangan terhadap kebebasan berbicara.

Durov disebut rutin mengunjungi Prancis secara teratur tanpa hambatan, selama bertahun-tahun. Dia bahkan memiliki hak istimewa untuk bertemu presiden dalam beberapa kesempatan.

Durov, yang meninggalkan Rusia pada tahun 2014 di tengah konflik dengan Kremlin, kini banyak menghabiskan waktunya di Dubai.

Baca juga : Presiden Minta Harga Obat Jadi Lebih Murah

Mengutip majalah IStories, Durov dilaporkan telah mengunjungi Rusia lebih dari 50 kali sejak meninggalkan negara tersebut.

Dia masih memegang paspor Rusia, selain Emirat dan Prancis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense