Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi angkat bicara mengenai indeks demokrasi yang dikabarkan terus menurun. Menurut Jokowi, kelancaran Pemilu 2024 menandakan kondisi demokrasi di Indonesia baik-baik saja.
"Pemilu berjalan dengan baik, Pemilu berjalan dengan demokratis," kata Presiden di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/7/2024).
Baca juga : Pupuk Indonesia Komit Terus Lakukan Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Bahkan, di eranya Pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berserikat, berpendapat, dan berorganisasi. Kepala Negara menegaskan Pemerintah tidak pernah menjegal penetrasi masyarakat yang ingin bersuara menyampaikan aspirasinya.
"Tiap hari orang mau maki-maki Presiden juga kita dengar. Orang ngebully Presiden juga kita dengar. Kalau mengkritik malah hampir tiap detik ada, pasti itu," tukas Jokowi.
Baca juga : Menteri Yaqut Temui Presiden Jokowi Di Istana, Bahas Apa ?
Sebelumnya, sejumlah lembaga internasional menyampaikan terdapat penurunan kualitas demokrasi di Indonesia sejak kepemimpinan Jokowi.
Freedom House menyebut indeks demokrasi Indonesia turun dari 62 poin ke 53 poin pada 2019-2023. Sementara lembaga Reporters Without Borders (RSF) mengungkap penurunan kualitas kebebasan pers Indonesia dari 63,23 poin pada 2019 ke 54,83 poin pada 2023.
Baca juga : Aktivis Senior Diminta Turun Gunung Benahi KPK
Kemudian Economist Intelligence Unit (EIU) pada Kamis, 15 Februari 2024, mencatat skor Indeks Demokrasi 2023 Indonesia sebesar 6,53. Angka tersebut turun dari 2022 yang kala itu sebesar 6,71.
Penurunan skor itu sejalan dengan penurunan peringkat Indonesia. Tahun lalu Indonesia bercokol di peringkat 54. Tahun ini Indonesia menempati posisi 56 dari 167 negara. Dengan skor dan peringkat tersebut, EIU masih mengelompokkan Indonesia sebagai negara flawed democracy atau demokrasi cacat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya