BREAKING NEWS
 

Tak Sengaja Ketemu Romo Markus Solo di Kedai Gastronomia

”Kami Kaget, Paus Berdiri Menggunakan Tongkat, Lalu Berjalan...”

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 30 Agustus 2024 08:56 WIB
Paus Fransiskus (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus akan segera melakukan perjalanan apostolik ke Asia-Pasifik, termasuk Indonesia. Menjelang perjalanan bersejarah ini, kondisi Paus sangat fit dan prima. Informasi ini disampaikan Romo Markus Solo, saat bertemu dengan Rakyat Merdeka, di Vatikan, Kamis (29/8/2024).

Romo Markus Solo adalah satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pejabat di Vatikan. Jabatannya adalah Staf Dikasterium Dialog Antaragama. Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur ini, kerap mendampingi Paus dalam berbagai agenda.

Rakyat Merdeka menjadi salah satu media Indonesia yang diundang untuk meliput perjalanan apostolik Paus. Saat ini, wartawan Rakyat Merdeka, Bambang Trismawan, sudah berada di Vatikan. Pertemuan dengan Romo Markus Solo ini, bisa dibilang sebagai keberuntungan. Pertemuan terjadi secara tak sengaja, di jalanan Vatikan yang ramai dan penuh dengan para peziarah dan turis.

Ceritanya, Rakyat Merdeka, yang tiba di Roma Kamis pagi (29/8/2024) waktu Roma, langsung mengunjungi Vatikan untuk mencari gambar dan dokumentasi menjelang perjalanan Paus pada 2 September nanti. Selain Rakyat Merdeka, ikut dua wartawan lain dari Indonesia. Mereka adalah Bonifasius Josie Susilo dari Kompas dan Francisca Christy Rosana dari Tempo Media.

Berkeliling Vatikan dalam cuaca terik 34 derajat celcius, rupanya cepat membuat perut kami meronta. Setelah puas mengambil gambar Basilika Santo Petrus dan sebagainya, kami lalu singgah di Gastronomia, semacam kedai yang menyajikan aneka makanan khas Italia. Letaknya tak jauh dari Basilika Santo Petrus. Kedai ini menawarkan aneka pizza, pasta, dan risotto.

Baca juga : Ekonomi Tumbuh 8%, Apa Pendorongnya?

Setelah menyantap pizza dengan topping selada, tomat, dan mozzarella, kami berencana melanjutkan agenda berkeliling Vatikan. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang di Roma atau pukul 8 malam di Jakarta.

Saat keluar dari kedai, mata kami bertemu pandang dengan Romo Markus Solo. Andaikan kami keluar satu menit lebih cepat, kemungkinan besar kami akan melewatkan pertemuan ini.

Romo Markus saat itu mengenakan setelan jas lengkap. Ia sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi penginapan para romo yang letaknya tidak jauh dari kantornya. Ternyata, kantor Romo Markus berada tepat di seberang kedai Gastronomia.

Wawancara dengan Romo Markus sebenarnya dijadwalkan pada Jumat (30/8/2024). Kami sudah membuat janji untuk bertemu pukul 11 siang, dengan durasi hanya satu jam. Romo Markus memang tidak bisa meluangkan banyak waktu karena agendanya sangat padat menjelang keberangkatan Paus. Selain mempersiapkan berbagai hal, ia juga harus memberikan wawancara kepada berbagai media.

Adsense

Setelah saling sapa, kami langsung melakukan wawancara singkat mengenai persiapan perjalanan Paus dan bagaimana kondisi Paus saat ini? Romo Markus tersenyum, lalu menjawab, semua persiapan telah berjalan sesuai rencana.

Baca juga : Jokowi: Jangan Kalau Pas Senang Ramai-ramai

"Semua berjalan baik dan lancar, tanpa ada gangguan berarti," ujarnya.

Romo Markus lalu menceritakan momen mengejutkan saat Paus Fransiskus melakukan audiensi dengan umat, Rabu (28/8/2024). Kata Romo, biasanya setelah acara, Paus menggunakan kursi roda meninggalkan acara. Namun, saat itu, Paus berdiri menggunakan tongkat dan berjalan untuk mengantar.

“Kami semua kaget. Seperti ada manusia baru yang muncul,” ungkap Romo Markus.

Dia menilai, penampilan ini mungkin menandakan bahwa Paus telah mempersiapkan diri dengan baik. Sebab, ini perjalanan apostolik pertama yang mencakup empat negara. Ini juga menjadi sejarah pertama kalinya Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura dalam satu rangkaian perjalanan.

Romo Markus menjelaskan, dalam kunjungan ini Paus akan menyampaikan tentang nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan perdamaian.

Baca juga : Subsidi Tarif KRL Akan Berbasis NIK, Kemenhub: Masih Wacana

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyambutan Paus Fransiskus ke Indonesia, Ignasius Jonan, mengimbau umat Katholik agar datang lebih awal saat yang mengikuti Misa Akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Kamis, 5 September 2024. Hal tersebut disampaikan Jonan saat memberikan keterangan pers yang digelar di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Jonan menjelaskan, Misa Akbar bersama Paus Fransiskus diperkirakan akan dihadiri lebih dari 80 ribu umat dari berbagai daerah Indonesia. Misa dilaksanakan di dua stadion yang ada di area GBK, yaitu Stadion Utama dan Stadion Madya.

Kata Jonan, Misa Akbar diagendakan mulai pukul 17.00 WIB. Mantan Menteri Perhubungan itu, mengingatkan agar umat datang lebih awal di lokasi. Soalnya, seluruh pintu masuk akan ditutup 30 menit sebelum Paus Fransiskus datang ke GBK. Sebelum memimpin misa, Paus akan menyempatkan berkeliling menyapa umat yang hadir dengan menggunakan mobil kepausan.

Jonan menambahkan, karena banyaknya umat yang hadir, panitia menyiapkan kantong parkir bus di sejumlah titik. Tujuannya agar tidak terlalu mengganggu masyarakat di hari itu.

Tidak lupa, ia juga mengimbau bagi umat yang tidak mendapat undangan agar tidak nekat datang ke GBK. Umat tetap bisa mengikuti misa dari siaran langsung di paroki masing-masing, menonton dari televisi atau live streaming melalui YouTube. Kata Jonan, yang nekat masuk tanpa undangan dipastikan tidak bisa masuk.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense