BREAKING NEWS
 

Yakin Hubungan Rusia-AS Bakal Baik-baik Saja

Putin Pilih Harris Ketimbang Trump

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 7 September 2024 06:20 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, Kamis (5/9/2024). Foto: SPUTNIK/VYACHESLAV PROKOFYEV

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan dukungannya untuk Calon Presiden (Capres) Kamala Harris dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November mendatang. Namun, pernyataan ini dianggap sebagai komentar sinis. Terutama setelah AS menuding Moskow ikut campur dalam Pemilu di Negeri Paman Sam.

Putin menyatakan dukungan ke Harris saat menghadiri Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, Kamis (5/9/2024). Pe­mimpin Kremlin itu mengatakan, jika Presiden Joe Biden mereko­mendasikan Harris, maka Rusia akan mendukungnya.

Putin berpendapat, Harris memiliki tawa yang menular. Hal itu menunjukkan bahwa semuanya akan baik-baik saja di tangan wanita 59 tahun itu.

Baca juga : Brisia Jodie, Terharu Dilamar Jonathan

Sebelumnya, Putin mendu­kung Joe Biden ketimbang Donald Trump. Dia menilai, kebijakan Biden dianggap lebih mudah ditebak.

Putin juga menganggap, jika Harris terpilih, wanita itu mung­kin tidak akan memberlakukan sanksi sekeras yang diberikan Trump terhadap Rusia.

“Jika itu Harris, mungkin dia akan menahan diri tidak mengambil tindakan seperti itu,” kata Putin dalam video yang disiar­kan BBC News.

Baca juga : Paus: Jangan Lelah Bangun Perdamaian

Namun, Putin menekankan Rusia bukanlah pihak yang ber­hak menentukan kandidat favorit dalam Pilpres AS.

Komentar Putin tersebut menuai kritik. Juru Bicara Dewan Keamanan AS John Kirby me­minta Putin berhenti membicara­kan Pemilu AS.

“Putin seharusnya berhenti berbicara tentang Pemilu kami, titik! Dia seharusnya tidak me­mihak siapapun dengan cara apa pun,” tegas Kirby.

Adsense

Baca juga : Setelah Diperpanjang, 41 Daerah Tetap Lawan Kotak Kosong

Pernyataan Putin diungkapkan sehari setelah Kementerian Hu­kum AS mendakwa dua pimpinan jaringan berita Rusia, Russia Today. Keduanya dituding ter­libat mempengaruhi jalannya Pilpres AS dengan menyebarkan propaganda Rusia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense