BREAKING NEWS
 

Turun Dari Pesawat, Hujan Gerimis

Di Singapura, Penyambutan Paus Serba Protokoler

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 12 September 2024 08:00 WIB
Pemimpin Agung Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus, menyapa warga saat tiba di Singapura. (Foto: X/vaticannews)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah tiga hari di Timor Leste, Paus Fransiskus melanjutkan perjalanan apostoliknya ke Singapura, Rabu (11/9/2024). Pemimpin Agung Gereja Katolik Dunia itu, berangkat dari Bandara Presidente Nicolau Lobato dengan menumpang pesawat Aero Dili pada pukul 10.45.

Pesawat mendarat di Bandara Changi, Singapura, sekitar pukul 2.40 siang. Saat tiba, hujan gerimis menyambut kedatangan Paus. Meski sebentar, hujan ini berhasil menurunkan suasana di Singapura yang biasanya panas.

Singapura adalah negara terakhir yang dikunjungi Paus dalam perjalanan apostolik yang dimulai sejak 2 September lalu. Paus akan berada di Singapura sampai besok, Jumat, 13 September 2024.

Suasana penyambutan Paus di Singapura jauh berbeda dibandingkan saat tiba di Timor Leste. Selama tiga hari di negeri Timor Loro Sae itu, banyak protokol penerimaan tamu negara yang dilanggar. Namun, ini juga menunjukkan kedekatan Paus dengan masyarakat Timor Leste yang 98 persen beragama Katolik.

Baca juga : Wamenhan Siap Awasi Penggunaan Anggaran

Contohnya, saat Paus tiba di Dili dan turun dari pesawat. Banyak petugas bandara mendekat, hanya berjarak sejengkal dari karpet merah. Di sepanjang jalan, masyarakat pun leluasa mendekati kendaraan Paus dan menyalaminya.

Di Singapura, suasana penyambutan lebih teratur, tertata, dan serba protokoler. Setelah turun dari pesawat, Paus naik mobil golf berwarna putih, lalu masuk ke ruang VVIP Bandara Changi.

Kedatangan Paus disambut Menteri Kebudayaan Edwin Tong bersama istri, dan Duta Besar Singapura untuk Vatikan Janet Ang yang datang bersama suaminya. Hadir juga perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Keuskupan Agung Katolik Roma Singapura, yang dipimpin oleh Uskup Agung William Goh.

Adsense

Setelah itu, Paus menyaksikan tarian yang dibawakan empat anak sekolah yang mengenakan pakaian tradisional kelompok etnis Singapura. Mereka kemudian mengucapkan selamat datang dalam empat bahasa berbeda. Yaitu bahasa Melayu, bahasa Inggris, Mandarin, dan India. Paus yang mengenakan jubah putih tersenyum, lalu memberikan rosario.

Baca juga : Urusan Lobi, Beringin Serahkan Sama Bahlil

Dari sana, Paus kemudian menuju Jurassic Mile, arena taman yang berada di area bandara. Di sana, seribuan warga sudah menunggu kedatangan Paus sejak siang. Mereka kompak mengenakan baju kuning. Saat Paus datang, suara teriakan terdengar. Yang datang bukan hanya warga Singapura. Mereka juga datang dari Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Viva, Viva Papa Francesco,” teriak warga, sambil mengibarkan bendera Singapura dan Vatikan.

Berbagai spanduk ucapan selamat datang juga tampak di berbagai area. Beberapa warga mencoba meraih tangan Paus, tapi petugas berusaha menjaga. Saat menyapa umat, Paus terus melambaikan tangan sambil menebarkan senyumnya.

Setelah berkeliling, Paus lanjut ke kediamannya. Di Singapura, Paus tidak menginap di Wisma Kedubes Vatikan. Nuncio Marek Zalewski, Perwakilan Paus di Singapura mengatakan kediaman Dubes Vatikan di Singapura terlalu kecil untuk menampung Paus dan rombongan kepausan.

Baca juga : Perempuan Mesti Pahami Perubahan Iklim

“Kami sangat diberkati memiliki tempat yang besar dan indah di Pusat Retret St. Francis Xavier yang dapat menampung Yang Mulia dan seluruh rombongan kepausan,” kata Zalewski.

Dari bandara, Paus meluncur dengan menumpang mobil listrik Hyundai Ioniq 5 warna putih dengan nomor pelat SCV 1. Paus duduk di depan, di samping sopir. Mobil yang digunakan Paus di Singapura ini berbeda dengan mobil yang digunakan saat berkunjung ke Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Leste. Di tiga negara itu, Paus menumpang mobil rakyat pabrikan Toyota.

Hari ini, Paus akan menemui Presiden Tharman Shanmugaratnam di Gedung Parlemen dan bertemu dengan Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Lawrence Wong. Paus kemudian akan memberikan pidato di Pusat Kebudayaan Universitas Nasional Singapura, sebelum memimpin misa di Stadion Nasional.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 12 September 2024 dengan judul Turun Dari Pesawat, Hujan Gerimis, Di Singapura, Penyambutan Paus Serba Protokoler

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense