RM.id Rakyat Merdeka - Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertekad tetap berada di pos-pos mereka di Lebanon selatan, meski Israel melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Serangan yang melukai dua tentara Indonesia telah memicu kekhawatiran internasional.
Juru bicara pasukan penjaga perdamaian yang dikenal sebagai UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Andrea Tenenti mengatakan, Kamis (10/10/2024), serangan dari tank Israel telah menyebabkan dua anggota terluka dan melumpuhkan beberapa kamera pemantauan.
“Ini salah satu peristiwa atau insiden paling serius yang kami saksikan dalam 12 bulan terakhir,” kata Tenenti dalam sebuah wawancara, merujuk pada baku tembak antara pasukan Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon.
Sebanyak 50 negara yang ikut serta dalam pasukan tersebut telah sepakat terus mengerahkan lebih dari 10.400 pasukan penjaga perdamaian di antara Sungai Litani di utara dan perbatasan antara Lebanon dan Israel yang dikenal sebagai zona Blue Line di selatan.
Baca juga : Sandra Dewi Suruh Asisten Tarik Sisa Uang Di Bank
“Kami berada di sana atas permintaan Dewan Keamanan (DK) PBB. Kami akan tetap berada di sana sampai situasi tidak memungkinkan untuk beroperasi,” kata Tenenti dilansir Reuters, Jumat (11/10/2024).
Sebelumnya diberitakan, Kamis subuh waktu Lebanon, tank Merkava milik tentara Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyasar markas UNIFIL di Naqoura. Kota itu berada di zona penyangga antara perbatasan Israel, Lebanon dan Dataran Tinggi Golan. Zona itu disebut sebagai area Blue Line.
Akibat serangan itu, Prajurit Satu Eggy Arifiyanto dan Prajurit Kepala Nofrian Syah Putra cedera. UNIFIL menyatakan, tembakan dilepaskan tank Israel ke menara pengawas di markas besar UNIFIL di Naqoura.
Kedua prajurit Indonesia itu sedang berjaga di salah satu menara pengawas sejak Rabu malam. Pada Kamis dini hari waktu setempat, pasukan Israel baku tembak dengan Hizbullah.
Baca juga : Bikin Dikta Tersipu Malu
Pada pukul 05.00 waktu setempat, penjaga di menara lain melaporkan, menara tempat Eggy dan Nofrian tengah dibidik. Ada laser pembidik diarahkan ke menara itu. Beberapa menit kemudian, peluru meluncur ke menara tersebut.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Hariyanto, Jumat (11/10/2024)، mengatakan, peluru yang mengenai dua prajurit TNI adalah peluru pantulan luncuran atau rekoset. Akibat insiden itu, kedua prajurit TNI tersebut mengalami luka ringan pada kaki.
Adapun rekoset atau ricochet terjadi ketika sebuah peluru mengenai benda keras dan pecahannya memantul dan nyasar mengenai objek yang bukan sasaran utama.
UNIFIL diberi mandat oleh Dewan Keamanan PBB untuk membantu tentara Lebanon menjaga wilayah selatan negara itu bebas dari senjata dan personel bersenjata selain dari negara. Hal ini telah memicu gesekan dengan Hizbullah, yang secara efektif mengendalikan daerah tersebut.
Baca juga : Dipastikan KSAD, Tidak Ada Gerakan yang Ganggu Pelantikan Presiden
Hizbullah yang didukung Iran saling serang dengan Israel sejak 8 Oktober 2023, dalam solidaritas dengan Hamas. Namun, pertempuran telah meningkat secara dramatis dalam beberapa pekan terakhir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.