RM.id Rakyat Merdeka - Dua pekan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), hasil survei Reuters/Ipsos masih menunjukkan, kedua calon presiden (capres) bersaing ketat. Capres Partai Demokrat, Wakil Presiden AS Kamala Harris diunggulkan dalam mengatasi ekstremisme politik dan ancaman terhadap demokrasi serta urusan kesehatan. Sementara, capres Partai Republik mantan Presiden AS Donald Trump disukai pendekatannya dalam bidang ekonomi dan imigran.
Menurut survei Reuters/Ipdos, Harris unggul tipis 46 persen berbanding 43 persen atas Trump di tengah banyaknya pemilih yang menganggap bahwa negara berada di jalur yang salah. Keunggulan Harris dalam jajak pendapat selama enam hari, yang ditutup pada Senin (21/10/2024), tidak berbeda jauh dengan dengan hasil survei sepekan sebelumnya. Yakni Harris 45 persen berbanding 42 persen atas Trump. Perolehan itu memperkuat penilaian bahwa persaingan keduanya sangat ketat menjelang pilpres 5 November mendatang.
Ketika responden ditanya mengenai kondisi ekonomi dan imigran, 70 persen pemilih yang terdaftar dalam jajak pendapat tersebut mengatakan, biaya hidup berada di jalur yang salah, sementara 60 persen mengatakan bahwa ekonomi menuju ke arah yang salah dan 65 persen mengatakan hal yang senada tentang kebijakan imigrasi.
Baca juga : Harris Dan Trump Tancap Gas Kampanye Marathon
Jawaban responden soal kandidat mana yang memiliki pendekatan yang lebih baik dalam isu-isu tersebut, Trump memimpin dalam bidang ekonomi - 46 persen berbanding 38 persen. Trump juga unggul dalam bidang imigrasi sebesar 48 persen berbanding 35 persen.
Dari temuan survei juga, isu imigran menduduki peringkat pertama yang harus menjadi prioritas utama presiden berikutnya dalam 100 hari pertama masa jabatannya. Dengan gambaran, 35 persen memilih soal imigran, 11 persen menilai ketidaksetaraan pendapatan dan 10 persen soal layanan kesehatan dan pajak.
Namun, Trump tertinggal dari Harris mengenai kandidat mana yang lebih baik dalam mengatasi ekstremisme politik dan ancaman terhadap demokrasi. Harris memimpin 42 persen berbanding 35 persen atas Trump. Dia juga memimpin dalam hal kebijakan aborsi dan kebijakan perawatan kesehatan.
Baca juga : BPJS Kesehatan Optimalkan Layanan JKN Anggota Polri
Sejatinya, survei nasional, termasuk jajak pendapat Reuters/Ipsos, memberikan gambaran mengenai pandangan para pemilih. Namun keunggulan Harris atas Trump belum bisa memastikannya untuk memenangkan pilpres. Pasalnya, hasil Electoral College di setiap negara bagian, dengan tujuh negara bagian kunci yang akan sangat menentukan kemenangan kandidat. Tujuh negara bagian itu adalah Arizona, Georgia, Michigan, North Carolina, Nevada, Pennsylvania, dan Wisconsin.
Sejarah menunjukkan, Trump mengalahkan capres Demokrat, Hillary Clinton pada pemilu 2016, di Electoral College meskipun Hillary Clinton memenangkan suara populer nasional dengan selisih 2 poin.
Ketatnya pertarungan, menurut perkiraan Pew Research, para kandidat harus dapat memastikan pendukung mereka memberikan suara. Pasalnya, sekitar sepertiga dari pemilih terdaftar adalah anggota Partai Demokrat dan sepertiga anggota Partai Republik, dengan sisanya adalah pemilih independen atau mereka yang mendukung pihak ketiga.
Baca juga : Peran Strategis Pendidikan Vokasi dalam Pembangunan Ekonomi Daerah
Dalam survei itu pemilih di AS antusias untuk memberikan suara. Menurut jajak pendapat tersebut, 79 persen pemilih yang terdaftar dalam jajak pendapat - 87 persen dari Partai Demokrat dan 84 persen dari Partai Republik - mengatakan bahwa mereka "sangat yakin" akan memberikan suara dalam pemilihan presiden.
Persentase tersebut naik dibandingkan 74 persen hasil survei Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 23-27 Oktober 2020. Ketika itu hanyak 74 persen anggota Partai Demokrat dan 79 persen anggota Partai Republik yang menyatakan yakin akan memberikan suara pada pilpres 2020.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru ini dilakukan kepada 4.129 orang dewasa AS secara online, secara nasional. Sejumlah 3.481 di antaranya merupakan pemilih terdaftar. Namun hanya 3.307 responden yang paling mungkin untuk memberikan suaranya pada Hari Pemilihan. Dari hasil survei 3.307 responden itu, Harris unggul 3 poin persentase atas Trump, 48 persen berbanding 45 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.