Dark/Light Mode

Harris: Putin Bisa Saja Menyantap Trump Untuk Makan Siang

Rabu, 11 September 2024 16:11 WIB
Kamala Harris dan Donald Trump, bersaing ketat di Pilpres AS. (Foto: Istimewa)
Kamala Harris dan Donald Trump, bersaing ketat di Pilpres AS. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Debat 90 menit antara dua kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris (Demokrat) dan Donald Trump (Republik) yang digelar ABC News di National Constitution Center, Philadelphia, Selasa (10/9/2024), memfokuskan perhatian terhadap peran AS dalam komunitas global.

Dalam acara debat itu, Trump mengkritisi ketidakhadiran Presiden Joe Biden. Dengan sigap, Harris mematahkan kritikan itu.

“Anda tidak bertanding melawan Biden. Anda berhadapan dengan saya,” tegas Harris, seperti dilansir BBC, Rabu (11/9/2024). 

Bicara soal masalah global, politisi wanita berusia 59 tahun itu mengaku memiliki hubungan yang solid dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Baca juga : PSG Siap Tampung Mohamed Salah

"Sekutu NATO kami sangat bersyukur, bahwa Anda tidak lagi menjadi presiden," kata Harris kepada Trump.

"Jika tidak, Putin akan duduk di Kiev. Matanya akan tertuju ke seluruh Eropa," imbuhnya.

Tanpa tedeng aling-aling, Harris menyebut Putin sebagai sosok diktator yang bisa saja menyantap Trump untuk makan siang.

Baca juga : Cegah Intervensi, Publik Diminta Pantau PK Mardani Maming

Tak terima diserang, Trump menyebut Harris sebagai wakil presiden terburuk dalam sejarah AS.

Trump menuding Harris gagal mencegah perang melalui negosiasi antara Ukraina dan Rusia, sebelum invasi dimulai.

Mengacu data PBB, perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022 telah menewaskan lebih dari 11 ribu warga sipil.

Baca juga : Yuk, Kita Dukung Dan Doakan Timnas Menang

Dalam Sidang Dewan Keamanan PBB pada Selasa (11/9/2024), Penjabat Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan Joyce Msuya mengatakan, saat ini 10 juta warga Ukraina terpaksa mengungsi. Serangan skala besar terjadi di seluruh negeri sejak 26 Agustus 2024.

"Kami sangat prihatin dengan meluasnya pertempuran baru-baru ini ke daerah-daerah baru di kedua sisi perbatasan Ukraina-Rusia,” kata Msuya kepada Anadolu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.