RM.id Rakyat Merdeka - Masih dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan bilateral Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengadakan konser musik dan gala dinner di Aula Simfonia, Jakarta, Sabtu (7/12/2024).
Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Kamala Lakhdhir mengatakan, acara kali ini memadukan musik dan makanan untuk merayakan persahabatan kedua negara.
“Musik dan makanan adalah bahasa universal. Semua orang memahami alunan musik yang indah dan rasa masakan yang lezat,” ujar Dubes Lakhdhir saat ditemui di sela perayaan.
Dalam acara itu, Dubes Lakhdhir tampil anggun memakai kebaya putih, selendang merah dan kain batik bercorak biru. Dia mengenakan pakaian itu untuk memadukan warna bendera AS dan Indonesia.
Hal yang mencolok dari outfit sang dubes adalah kain batik yang dipakainya, yaitu motif yang dibuat Anggi Firmansyah. Anggi adalah pemenang lomba motif 75 tahun hubungan AS-Indonesia pada Mei 2024.
“Batik ini cantik kan? ada Monas dan kubah Capitol Hill. Ada juga gambar burung garuda dan bald eagle,” ucapnya.
Mantan Dubes AS untuk Malaysia itu mengaku sangat bangga mengenakan kain batik tersebut.
“Nanti batik ini juga dibagikan kepada para tamu yang hadir di penghujung acara. Semoga ini akan memberi kesan yang tidak dapat dilupakan,” harapnya.
Di awal acara, para tamu yang terdiri dari berbagai diplomat, pebisnis, akademisi, pelajar hingga pejabat Pemerintah Indonesia, diajak menikmati 16 aransemen lagu yang dibawakan Jakarta Simfonia Orchestra (JSO). Ada Strings on Fire karya Henry Mancini dan Rhapsody in Blue karya Gershwin yang menampilkan pianis Indonesia Edith Widayani.
Pianis kelahiran Bali Joey Alexander turut ambil bagian dengan membagikan interpretasi uniknya terhadap lagu-lagu komposer ikonik Paman Sam seperti Caravan, Close to You hingga membawakan Bengawan Solo bersama duo musisi Empire Wild.
Sekitar 64 menit menikmati alunan lagu, para tamu undangan tidak langsung pulang. Mereka diajak Ibu Dubes menikmati 22 menu pilihan. Suguhan itu merupakan hasil riset Chef Ragil Iman Wibowo ke seluruh provinsi di Indonesia. Chef Ragil merupakan penanggung jawab utama seluruh menu.
Chef juga menerima hibah dari Kedubes AS dalam program pemeliharaan budaya. Program teranyar Kedubes AS di Indonesia yang fokus dalam kuliner dan pemeliharaan menu tradisional Nusantara.
Baca juga : Diabetes Meningkat di Indonesia, Daewoong Kenalkan Obat Inovatif Enavogliflozin
Menu-menu yang dikumpulkan dari Sabang hingga Merauke disajikan di enam meja besar. Para tamu diajak berkeliling dan mencicipi semua menu sepuasnya. Ada diniyohu (Gorontalo), pisang ijo (Sulawesi Selatan), bubur kampiun (Sumatera Barat), tuna naniura (Sumatera Utara), tuna gohu (Maluku Utara), tuna tempoyak (Sumatera dan Kalimantan) dan bubur paddas (Kalimantan Barat).
Kemudian, udang jruek drien (Aceh), mie lethek (Yogyakarta), ayam sirsak masak bambu (Halmahera Barat), steak daging Rembiga (Nusa Tenggara Barat), gowi nitutu (Nias), kangkung bunga pepaya (Indonesia Timur) dan sate biu (Bali).
Selain itu, ada tahu gejrot (Cirebon), rendang sayur (Sumatera Barat), belut balado (Sumatera Barat), danke dengan pulu mandoti (Enrekang), rujak pepaya (Aceh), mie sagu (Indonesia Timur), papeda (Indonesia Timur) dan gangan ikan (Bangka).
Pada kesempatan itu, Dubes Lakhdir berharap, hubungan persahabatan Washington-Jakarta makin solid untuk 75 tahun ke depan. Apa pun masalah atau tantangan yang dihadapi AS dan Indonesia sebagai mitra, hubungan pribadi yang kuat antara warga Indonesia dan AS merupakan satu hal yang tetap stabil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.