Dark/Light Mode

Dubes Belanda Untuk Indonesia Marc Gerritsen Ikut Bersihkan Sampah Di Jakarta

Rabu, 20 November 2024 06:52 WIB
Dubes Marc Gerritsen (kanan) di acara bersih-bersih sampah Jakarta di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (17/11/2024). (Foto: Instagram Kedubes Belanda)
Dubes Marc Gerritsen (kanan) di acara bersih-bersih sampah Jakarta di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (17/11/2024). (Foto: Instagram Kedubes Belanda)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta sudah seharusnya tampil bersih dan teratur. Sayangnya, isu pengaturan dan pengolahan sampah di Jakarta masih menjadi masalah utama.

Pemerintah Provinsi (Pem­prov) DKI Jakarta pun terus berbenah dan melakukan kerja sama dengan mitra di dalam dan luar negeri untuk memperbaiki masalah ini. Upaya ini didukung Pemerintah Belanda.

“Kami membantu mengkam­panyekan hidup bersih sebagai upaya meminimalisir sampah makanan,” kata Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indone­sia Marc Gerritsen saat mengikuti kegiatan bersih-bersih sampah serentak, Minggu, 17 November 2024, di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Baca juga : TCR Asia Cup: Dypo Fitra Double Winner, Indonesia Raya Berkumandang Di Makau

Kegiatan bertema Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta-Indone­sia Bersih itu digelar di tujuh ti­tik. Kawasan tersebut terhubung melalui video konferensi dengan para tamu undangan yang hadir di Hutan Kota GBK sebagai lo­kasi utama.

Enam lokasi lainnya, yak­ni Kebun Lingkungan Hidup A-Green, Meruya Utara, Jakarta Barat. Perkampungan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jalan Pangkalan Jati III, Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Kompleks Angkasa Pura, Ke­mayoran, Jakarta Pusat. Bumi Pesanggrahan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dan Pulau Un­tung Jawa, Kepulauan Seribu.

Menurut Dubes Gerritsen, In­donesia memiliki masalah cukup besar mengenai sampah karena suka menggunakan wadah sekali pakai seperti plastik dan kertas untuk membungkus makanan.

Baca juga : Dubes Belanda: Indonesia Berhasil Implementasikan Toleransi Moderasi Beragama

Tidak hanya pembungkus makanan. Berdasarkan data Uni­versitas Multimedia Nusantara (UMN) Earth Caring Opera­tion, sambung Dubes Gerritsen, Indonesia merupakan penghasil sampah makanan terbesar se Asia Tenggara.

“Ini harus kita ubah. Kami, bersama Kedutaan Besar Den­mark, Swedia dan United Na­tions Development Programme, akan menggalakkan cara hidup minim sampah. Mulai dari orang sekitar,” beber Dubes yang baru bertugas awal September ini di Indonesia.

Ia mencontohkan, ada baiknya bepergian membawa botol air minum dan kotak makan sendiri.

Baca juga : Dubes Jepang Untuk Indonesia Masaki Yasushi Nyoba Mie Ayam Legendaris Medan

“Selain mengurangi sampah, juga hemat uang,” imbuhnya.

Aksi bersih-bersih serentak ini melibatkan partisipasi seki­tar 1.900 orang. Mulai dari dari anak-anak sekolah, komunitas peduli lingkungan, media, pegiat media sosial dan masyarakat umum.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.