Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Belanda Untuk Indonesia Marc Gerritsen Ikut Bersihkan Sampah Di Jakarta
Rabu, 20 November 2024 06:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta sudah seharusnya tampil bersih dan teratur. Sayangnya, isu pengaturan dan pengolahan sampah di Jakarta masih menjadi masalah utama.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun terus berbenah dan melakukan kerja sama dengan mitra di dalam dan luar negeri untuk memperbaiki masalah ini. Upaya ini didukung Pemerintah Belanda.
“Kami membantu mengkampanyekan hidup bersih sebagai upaya meminimalisir sampah makanan,” kata Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen saat mengikuti kegiatan bersih-bersih sampah serentak, Minggu, 17 November 2024, di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Baca juga : TCR Asia Cup: Dypo Fitra Double Winner, Indonesia Raya Berkumandang Di Makau
Kegiatan bertema Kolaborasi Bersih Sampah Jakarta-Indonesia Bersih itu digelar di tujuh titik. Kawasan tersebut terhubung melalui video konferensi dengan para tamu undangan yang hadir di Hutan Kota GBK sebagai lokasi utama.
Enam lokasi lainnya, yakni Kebun Lingkungan Hidup A-Green, Meruya Utara, Jakarta Barat. Perkampungan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jalan Pangkalan Jati III, Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Kompleks Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat. Bumi Pesanggrahan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.
Menurut Dubes Gerritsen, Indonesia memiliki masalah cukup besar mengenai sampah karena suka menggunakan wadah sekali pakai seperti plastik dan kertas untuk membungkus makanan.
Baca juga : Dubes Belanda: Indonesia Berhasil Implementasikan Toleransi Moderasi Beragama
Tidak hanya pembungkus makanan. Berdasarkan data Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Earth Caring Operation, sambung Dubes Gerritsen, Indonesia merupakan penghasil sampah makanan terbesar se Asia Tenggara.
“Ini harus kita ubah. Kami, bersama Kedutaan Besar Denmark, Swedia dan United Nations Development Programme, akan menggalakkan cara hidup minim sampah. Mulai dari orang sekitar,” beber Dubes yang baru bertugas awal September ini di Indonesia.
Ia mencontohkan, ada baiknya bepergian membawa botol air minum dan kotak makan sendiri.
Baca juga : Dubes Jepang Untuk Indonesia Masaki Yasushi Nyoba Mie Ayam Legendaris Medan
“Selain mengurangi sampah, juga hemat uang,” imbuhnya.
Aksi bersih-bersih serentak ini melibatkan partisipasi sekitar 1.900 orang. Mulai dari dari anak-anak sekolah, komunitas peduli lingkungan, media, pegiat media sosial dan masyarakat umum.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya