BREAKING NEWS
 

Polisi AS: Ledakan Tesla Di Depan Hotel Trump Tak Terkait Kasus New Orleans

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 4 Januari 2025 07:51 WIB
Polisi AS memastikan ledakan Tesla Cybertruck di depan Hotel Trump di Las Vegas tak terkait kasus New Orleans. (Foto: Getty Images via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polisi Amerika Serikat (AS) memastikan, ledakan Tesla Cybertruck di luar Trump Hotel di Las Vegas pada Rabu (1/1/2025) pagi, tidak terkait dengan serangan di Louisiana pada hari yang sama.

Matthew Livelsberger, seorang anggota tentara AS aktif yang ditemukan tewas di dalam kendaraan, telah dipastikan sebagai satu-satunya tersangka dalam ledakan di Las Vegas.

Dia tidak memiliki hubungan dengan Shamsud-Din Jabbar, pengemudi truk pick up sewaan yang menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya di New Orleans.

Kedua pria itu memang pernah bertugas di angkatan bersenjata AS dan menyewa kendaraan untuk menjalankan aksi kejinya melalui aplikasi seluler yang sama. Namun, kesamaan itu hanya kebetulan belaka.

"Tidak ada bukti bahwa kedua peristiwa ini saling terkait," kata agen Biro Investigasi AS (FBI) Las Vegas, Spencer Evans kepada wartawan, seperti dikutip BBC, Jumat (3/1/2025).

Kasus Bunuh Diri Tragis 

Data yang ditemukan polisi dari telepon Livelsberger, termasuk serangkaian catatan yang sepertinya ditulis oleh yang bersangkutan menunjukkan, pria berusia 37 tahun itu menderita Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD) akibat pertempuran yang pernah dijalani.

Livelsberger juga tampaknya memiliki masalah keluarga dan masalah pribadi lainnya.

Baca juga : Cybertruck Meledak Di Depan Hotel Trump, Elon Musk Sebut Karena Kembang Api

Dia tidak memiliki permusuhan khusus dengan Presiden Terpilih Donald Trump.

Jasad Livelsberger ditemukan di dalam Tesla yang hangus, yang meledak akibat kembang api yang dibelinya sendiri dalam perjalanan dari Colorado ke Las Vegas.

Jenazah Livelsberger hangus terbakar hingga tak bisa dikenali. Namun, identitasnya telah dikonfirmasi melalui sampel DNA yang diperoleh pihak berwenang dari seorang anggota keluarga.

Polisi juga menyatakan, Livelsberger menderita luka tembak yang dilakukan sendiri.

“Ini adalah kasus bunuh diri tragis yang melibatkan seorang veteran tempur yang sangat dihormati, yang berjuang melawan PTSD dan masalah lainnya,” beber Evans.

Adsense

Dalam catatan digital yang ditemukan polisi, Livelsberger juga menyampaikan keluhan politik. "Sudah waktunya untuk bangun. Kita dipimpin oleh pemimpin yang lemah dan tidak berdaya yang hanya bekerja untuk memperkaya diri sendiri,” tulisnya kepada perwira junior.

Dalam catatan lain, Livelsberger menulis: Ini bukan serangan teroris, ini adalah panggilan untuk bangun. Orang Amerika hanya memperhatikan tontonan dan kekerasan. Saya perlu membersihkan pikiran saya dari saudara-saudara yang telah saya hilangkan, dan membebaskan diri saya dari beban nyawa yang telah saya ambil".

Baca juga : Divisi Propam Polri Lanjutkan Sidang 16 Anggota Terkait Pemerasan Di DWP

Livelsberger adalah seorang sersan intelijen pasukan khusus yang bertugas di Jerman. Saat kejadian, dia sedang mengambil cuti.

Nyoblos Trump

Kepada mitra BBC di AS, CBS News, ayah Livelsberger mengatakan, anaknya berada di Colorado untuk menemui istri dan putrinya yang baru berusia delapan bulan.

Terakhir, dia berbicara dengan putranya saat Natal. Semuanya tampak normal.

The Daily Beast melaporkan, Livelsberger adalah pendukung "besar" Trump.

Seorang pejabat senior penegak hukum yang berbicara dengan pihak keluarga mengungkap, Livelsberger mencoblos Trump dalam Pemilu November 2024.

Polisi dapat melacak pergerakannya pada hari-hari menjelang insiden Tesla, berkat kamera pengintai dan data lain yang diperoleh dari kendaraan Tesla itu sendiri.

Terungkap fakta, Livelsberger telah menyewa Tesla Cybertruck dari aplikasi seluler bernama Turo di Colorado pada tanggal 28 Desember 2024, dan telah mengendarainya sejauh lebih dari 800 mil ke Las Vegas.

Baca juga : Menkop Budi Arie Tegaskan Kontribusi Koperasi Harus Terus Naik

Livelsberger juga secara sah membeli dua senjata api yang ditemukan di dalam mobil, pada periode tersebut.

Sheriff Kevin McMahill dari Departemen Kepolisian Las Vegas mengatakan, pihak berwenang belum menentukan mengapa Tn. Livelsberger memilih lokasi tersebut untuk ledakan. Namun, bukti menunjukkan bahwa itu adalah salah satu dari beberapa lokasi yang telah dia pertimbangkan.

"Tujuh orang menderita luka ringan akibat ledakan tersebut. Semuanya telah dipulangkan dari rumah sakit. Penyelidikan terhadap kasus ini masih terus berlangsung," ujar Sheriff McMahill.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense