Dark/Light Mode

Cybertruck Meledak Di Depan Hotel Trump, Elon Musk Sebut Karena Kembang Api

Kamis, 2 Januari 2025 17:03 WIB
Detik-detik saat mobil cybertruck akan meledak di depan Hotel Trump, Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (1/1). Foto: Twitter/USMCLiberal
Detik-detik saat mobil cybertruck akan meledak di depan Hotel Trump, Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (1/1). Foto: Twitter/USMCLiberal

RM.id  Rakyat Merdeka - Malam Tahun Baru di Las Vegas berubah menjadi momen mencekam. Sebuah mobil Cybertruck Tesla meledak di depan Trump International Hotel pada Rabu (1/1), menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya. FBI kini menyelidiki apakah insiden ini terkait dengan aksi terorisme.

Rekaman video dari saksi menunjukkan ledakan besar terjadi pada Cybertruck yang diparkir tepat di pintu masuk hotel. Api langsung melahap mobil hingga tim pemadam kebakaran tiba empat menit setelah laporan diterima. Satu korban tewas ditemukan di dalam kendaraan, sementara dua orang terluka dilarikan ke rumah sakit dengan cedera ringan.

“Jelas Cybertruck, hotel Trump—banyak pertanyaan yang harus dijawab,” ujar Sherrif Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas, Kevin McMahill, dalam konferensi pers dilansir CNA.

Baca juga : Baru Tersangkakan Hasto Sekarang, KPK Sebut Faktor Kecukupan Alat Bukti

Ledakan ini menambah ketegangan setelah serangan serupa terjadi hanya beberapa jam sebelumnya di New Orleans. Dalam insiden tersebut, sebuah truk yang dilengkapi peledak menabrak kerumunan, menewaskan 15 orang. Kedua kendaraan, baik truk di New Orleans maupun Cybertruck di Las Vegas, diketahui disewa melalui platform rental kendaraan Turo.

Agen Khusus FBI Jeremy Schwartz menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki apakah ledakan di Las Vegas ini adalah aksi teror. “Saya tahu semua orang tertarik dengan kata itu, dan menunggu kami mengatakan, ‘Hei, ini adalah serangan teroris.’ Itu tujuan kami, dan itu yang sedang kami cari tahu,” ujar Schwartz.

Schwartz juga mengonfirmasi bahwa identitas pengendara Cybertruck telah diketahui, tetapi belum bisa dipublikasikan karena masih dalam penyelidikan.

Baca juga : Pesan Menag Di Natal 2024: Sebarkan Cinta Kasih & Semangat Kemanusiaan

CEO Tesla, Elon Musk, langsung memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Dalam postingannya di X, Musk menegaskan bahwa ledakan tidak terkait dengan cacat pada kendaraan.

“Kami mengonfirmasi bahwa ledakan disebabkan oleh kembang api yang sangat besar dan/atau bom yang dipasang di bagian bawah Cybertruck sewaan dan tidak terkait dengan kendaraan itu sendiri,” tulis Musk. “Semua telemetri positif saat ledakan terjadi.”

Data dari sistem telemetri kendaraan telah dikirim ke pusat Tesla untuk diperiksa lebih lanjut. Musk memastikan bahwa Cybertruck tidak memiliki masalah teknis yang dapat menyebabkan ledakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.