RM.id Rakyat Merdeka - Korban tewas akibat gempa 7,1 SR yang mengguncang wilayah kota suci Shigatse di pegunungan Tibet, China pada Selasa (7/1/2025) pagi, dilaporkan bertambah menjadi 126 orang pada Rabu (8/1/2025). Sementara korban luka, telah mencapai angka 188.
Gempa ini juga merusak lebih dari 3.000 bangunan di bagian terpencil wilayah Tibet, dekat Everest.
Selasa (7/1/2024) malam, operasi penyelamatan berskala besar diluncurkan, di tengah suhu -16 derajat Celcius.
Baca juga : Update Gempa Tibet: Korban Tewas Bertanbah Jadi 95 Orang, Korban Luka 130 Orang
Gempa bumi biasa terjadi di wilayah tersebut, mengingat letaknya yang berada di garis patahan geologi utama. Namun, gempa pada Selasa (7/1/2025) tercatat sebagai salah satu gempa yang paling mematikan di China dalam beberapa tahun terakhir.
Sangji Dangzhi - yang supermarketnya hancur akibat gempa bumi - mengatakan kerusakan rumah telah meluas. "Di sini rumah-rumah terbuat dari tanah, sehingga ketika gempa datang, banyak rumah runtuh," kata pria berusia 34 tahun itu kepada kantor berita AFP melalui telepon.
"Sepanjang hari, ambulans bolak-balik membawa orang ke rumah sakit sepanjang hari," sambungnya.
Baca juga : Gempa 7,1 SR Di Pegunungan Tibet China Tewaskan 53 Orang, 62 Luka-luka
Media pemerintah melaporkan, sedikitnya 3.609 bangunan hancur akibat gempa per Selasa (7/1/2025) pukul 7 malam waktu setempat.
Seorang penghuni hotel di Shigatse mengaku terbangun oleh gelombang guncangan. Dia langsung mengambil kaos kaki dan bergegas keluar ke jalan. Kontan, dia melihat helikopter berputar di atas.
"Tempat tidur seperti sedang diangkat," katanya kepada media China Fengmian News.
Baca juga : Vanuatu Diguncang Gempa 7,4 M, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban
Baik listrik maupun air di wilayah yang tidak dapat dikunjungi secara bebas oleh jurnalis itu telah mengalami gangguan pasokan. Lebih dari 40 gempa susulan terjadi dalam beberapa jam pertama setelah gempa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.