RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Ameer Khurram Rhatore menemui Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Ketum Kadin) Indonesia Anindya Bakrie di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (9/1/2025). Dubes Rhatore membahas peningkatan kerja sama ketahanan pangan, energi, kesehatan, hingga pertahanan.
Menurut Rhatore, Indonesia dan Pakistan adalah negara sahabat yang memiliki kedekatan baik tentang hubungan agama dan budaya. Hal itu akan memudahkan kedua negara untuk mengembangkan hubungan bisnis dan perdagangan.
Baca juga : Menaker Apresiasi Hubungan Harmonis Pertamina Dan FSPPB
“Kami sedang melihat beberapa sektor yang dapat mengembangkan hubungan perdagangan yang lebih baik lagi antara kedua negara,” ujar Dubes Rhatore dikutip dari keterangan Kadin, Jumat (10/1/2025).
Dubes Rhatore mengatakan, Pakistan merupakan negara Muslim yang memiliki keunggulan di sektor pertahanan, kesehatan, energi dan pertanian. “Teknologi di sektor pertanian dan energi Pakistan juga sangat canggih,” imbuhnya.
Baca juga : Terima Dubes Pakistan, Menhan Bahas Inovasi Teknologi Pertahanan & Terorisme
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode JanuariNovember 2024, perdagangan Indonesia dan Pakistan mengalami surplus dengan nilai ekspor mencapai 3,04 miliar dolar AS (Rp 50 triliun) dan impor mencapai 529 juta dolar AS (Rp 8,7 triliun).
Anindya menyambut baik niatan Dubes Rathore. Menurutnya, kerja sama perdagangan Indonesia dan Pakistan bisa ditingkatkan lebih jauh lagi. Selain itu, kata Anindya, Dubes Pakistan juga menyampaikan pada Agustus ada kegiatan trade mission dan expo Pakistan dan Indonesia, di Pakistan.
Baca juga : Dubes Malaysia Mohamad Hasrin Tengku Hussin Bahas Kerja Sama Dengan Wagub Yogyakarta
Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, Kadin akan bekerja sama bukan hanya dengan pihak Kedutaan Besar, tetapi juga melibatkan mitra-mitra Kadin Indonesia di Pakistan.
“Kerja sama kedua negara berkembang ini bukan saja untuk meningkatkan ekonomi masing-masing, tapi juga perdagangan. Saya rasa ini sangat penting karena Indonesia selalu mencari akses pasar baru,” pungkas Anindya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.