RM.id Rakyat Merdeka - Sebuah teater di Paris, Prancis, bernama Teater Gaîté Lyrique mengalami kebangkrutan. Pasalnya, teater tersebut menjadi tempat berteduh 300 migran tunawisma selama sebulan. Khususnya saat musim dingin.
Kejadian ini dimulai pada 10 Desember 2024. Tempat pertunjukan budaya itu menggelar konferensi gratis bertajuk “Menciptakan Kembali Sambutan bagi Pengungsi di Prancis”.
Namun setelah pertunjukan selesai, 250 migran Afrika yang menghadiri acara tersebut menolak pergi. Mereka bergabung dengan sekitar 50 migran lainnya berteduh dari cuaca dingin Paris di teater itu.
Baca juga : Sherina Munaf Gugat Cerai Baskoro
Manajemen Teater Gaîté Lyrique terpaksa membatalkan semua pertunjukan hingga 24 Januari 2025. Tindakan itu membuat teater terancam bangkrut, karena lembaga tersebut bergantung pada pertunjukan. Pasalnya, 70 persen pendapatan Teater Gaîté Lyrique berasal dari pertunjukan dan 30 persen dari subsidi Pemerintah Prancis.
Kerugian yang dialami teater diperkirakan mencapai ratusan ribu euro pada Desember 2024. Kerugian pada bulan Januari 2025 belum dihitung. Teater ini juga sedang berjuang menutupi gaji karyawannya yang berusia 60-an.
Meski rugi, Teater Gaîté Lyrique masih akan menampung para migran tunawisma. Teater itu telah mengeluarkan pernyataan, “tidak terpikirkan untuk mengusir orang-orang ini (tunawisma) ke jalan di tengah musim dingin”.
Baca juga : Dipanggil KPK di Kasus Hasto, Anggota DPR PDIP Maria Lestari Mangkir
Teater tersebut telah meminta bantuan Pemerintah Prancis dan otoritas setempat untuk mencari tempat berlindung yang layak bagi ratusan migran yang tinggal di Gaîté Lyrique.
Di depan teater juga terpasang spanduk bertulis “Darurat perumahan, anak-anak di bawah umur yang terisolasi di jalanan!”. Para tunawisma mengklaim, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak di bawah umur.
Menurut hukum Prancis, organisasi kesejahteraan Prancis wajib memberikan tempat tinggal dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Baca juga : Libur Nataru 2024, Hampir 300 Ribu Kendaraan Keluar Dari Jabotabek
Namun, menurut surat kabar Prancis Le Figaro, kebanyakan dari tunawisma adalah orang dewasa yang telah mendaftar ke layanan sosial Prancis.
Media Prancis itu telah mencoba mendapatkan akses ke Teater Gaîté Lyrique dan berbicara dengan perwakilan para migran. Namun sejauh ini upaya mereka sia-sia.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 21 Januari 2025 dengan judul "Dihuni 300 Tunawisma, Teater Di Paris Bangkrut"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.