Dark/Light Mode

Lumpur Dan Tsunami Satu Meter Di RS Banda Aceh

Kamis, 26 Desember 2024 16:29 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kita semua tentu amat berduka bahwa pada 26 Desember 2004 (tepat 20 tahun yang lalu) terjadi gempa 9,1 SR diikuti tsunami yang menewaskan lebih dari 200 ribu saudara-saudara kita di Aceh. Semoga arwah Almarhum dan Almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT Tuhan YME.

Pada awal Januari 2005, hanya beberapa waktu sesudah tsunami terjadi, saya bersama tim Kementerian (waktu itu namanya masih Departemen) Kesehatan ditugaskan ke Banda Aceh. Saya diminta ke RS Zainoel Abidin, rumah sakit terbesar di Aceh. Ketika itu arahannya adalah agar saya sebagai dokter paru dapat melakukan kegiatan bronkoskopi untuk “membersihkan” lumpur tsunami yang masuk ke paru pasien korban.

Baca juga : Sirine Peringatan Tsunami Meraung-raung Di Banda Aceh, Semua Kendaraan Berhenti

Tetapi, waktu saya datang ke RS Zainoel Abidin, rumah sakit tersebut tidak bisa digunakan sama sekali, semua ruangan penuh lumpur. Di dinding rumah sakit ada bekas ketinggian air yang masuk, sekitar satu meter tingginya nampaknya. Saya hanya bertemu tiga orang dokter ketika itu, yaitu Dr Rusmunandar selaku Direktur RS Zainoel Abidin yang kebetulan teman saya waktu sama-sama bertugas di Puskesmas di Riau pada 1980-an, lalu Drg Cut Maulina salah satu pimpinan RS dan seorang Dokter Spesialis Anak. Tidak ada dokter lain, dan juga tdak ada petugas kesehatan lain waktu saya datang. Sebagian ada yang meninggal dan sebagian besar berkumpul dengan keluarganya masing-masing yang semua penuh duka. 

Tentu tidak ada pasien sama sekali karena seluruh rumah sakit di timbun lumpur. Lalu kami berkoordinasi dengan TNI dan dikerahkanlah puluhan prajurit untuk membersihkan lumpur itu. Kalau bukan tentara yang turun tangan ketika itu maka tentu tidak ada tenaga yang tersedia untuk kegiatan yang perlu kerja keras “mencuci” lumpur ini. 

Baca juga : Wapres Gibran Apresiasi Gerak Cepat Mentan Amran Di Sektor Pertanian

Sesudah rumah sakit bersih, dan beberapa petugas kesehatan mulai masuk kerja, maka beberapa kegiatan mulai berjalan. Ketika itu tim kesehatan dari berbagai negara datang ke rumah sakit ini, dan di halaman rumah sakit dipasang tenda kesehatan oleh tim dari berbagai negara itu, yang setiap pagi kita koordinasikan kegiatannya dalam rapat bersama di salah satu ruang RS yang sudah dapat digunakan.

Sesudah kedatangan pertama ini, sepanjang 2005, saya beberapa kali kembali ke Aceh, baik ke RS Zainoel Abidin maupun membawa tim kesehatan yang berkerja di beberapa daerah di Aceh.

Baca juga : Denny JA Luncurkan Enam Prinsip Emas Spiritualitas Di Era AI

Pada 2005 saya menerbitkan buku berjudul “Masalah Kesehatan Pasca Tsunami” yang diterbitkan oleh Universitas Indonesia (UI) Press. Sayang pagi ini saya cari-cari bukunya tidak ketemu lagi, walau teryata ada dijual di Tokopedia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.