Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diikuti 3.080 Peserta, Ujian Profesi Advokat Peradi Banjir Peminat
Minggu, 15 Desember 2024 09:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 3.080 calon advokat mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) yang dihelat DPN Peradi secara serentak di 39 kota di Indonesia pada Sabtu, (14/12/2024).
Ketua Harian DPN Peradi, Dwiyanto Prihartono menyampaikan, peserta terbanyak ada di Jakarta dengan 1.100 orang. Disusul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Surabaya, dan Medan.
Dwiyanto menyebut, jumlah peserta UPA Peradi selalu mengalami kenaikan tiap tahun. Pada perhelatan sebelumnya, jumlah peserta sebanyak 2.975 orang.
“Jadi sekarang naik sekitar hampir 100 orang. Itu buat kami luar biasa karena setiap UPA pasti mendekati 3.000,” ujarnya, di Universitas Tarumanagara, dikutip Minggu (15/12/2024).
Advokat senior yang karib disapa Dwi ini mengungkapkan, angka tersebut merupakan indikator tingginya kepercayaan para calon advokat dan masyarakat kepada Peradi di bawah Ketua Umum (Ketum) Prof. Otto Hasibuan.
Menurutnya, kepercayaan itu timbul karena para calon advokat mengetahui bahwa Peradi merupakan organisasi atau wadah tunggal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Baca juga : Prabowo Perintahkan Polisi Amankan Nataru dengan Baik
“Meskipun prosedurnya dianggap rumit, ujiannya serius, harus bayar dengan angka yang normal, tapi tetap diminati,” ungkapnya.
Dwi menyampaikan, tingkat kelulusan UPA terus mengalami peningkatan, karena Peradi selalu menjaga kualitas materi dan narasumber dalam setiap Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).
Tujuannya, agar para peserta UPA menguasai kompetensi standar minimal untuk menjadi advokat.
“Angka skor kelulusannya tinggi, mereka mampu menjawab hal-hal yang memang perlu dan penting serta berhubungan dengan keperluannya dalam praktik,” ujar Dwi.
Ia pun memastikan kelulusan UPA yang tinggi murni dihasilkan oleh kemampuan peserta.
Sebab, Peradi menggandeng pihak kedua agar penyelenggaraannya berlangsung independen.
Baca juga : Diikuti 32 Negara, Manufacturing Indonesia 2024 Dorong Transformasi Industri
"Kita sendiri nggak tahu persis soal yang mana yang akan dikeluarkan. Nyontek tidak bisa karena soal kiri, kanan, depan, belakang berbeda," katanya.
Meskipun yang lulus UPA selalu meningkat, Dwi menekankan, jumlah kebutuhan advokat di Indonesia masih tinggi jika dibandingkan rasio jumlah penduduk yang mencapai 280 juta jiwa.
Sebab, jumlah advokat Peradi baru menyentuh 65 ribu orang. Selain itu, profesi advokat masih terkonsentrasi di kota-kota besar.
Oleh karenanya, Peradi mendorong pemerataan hingga tingkat daerah atau pelosok demi memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
“Kita ingin mendorong mereka tidak hanya di kota besar. Nah, jadi problemnya adalah persebaran, mungkin kalau dari segi jumlah agak lumayan gitu, walaupun kita harus hitung betul ya bagaimana rasio yang tepat, karena kebutuhan bantuan itu kan tidak hanya di kota besar,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Dwi juga menyampaikan Peradi terus berupaya mendirikan DPC untuk meratakan persebaran advokat. Mengingat, saat ini di Indonesia terdapat 540 kabupaten dan kota.
Baca juga : Nyoblos Di TPS 08, Ini Pesan Presiden Prabowo Di Hari Pemungutan Suara Pilkada
Sedangkan Mahkamah Agung (MA) baru sanggup mendirikan sekitar 450 pengadilan negeri. Jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan DPC Peradi yang punya 190 titik wilayah.
Meski begitu, Dwi menegaskan, pembentukan DPC baru ini harus sesuai ketentuan atau persyaratan yang telah ditetapkan sehingga tidak asal berdiri.
“Jadi, kalaupun terbentuk memang betul-betul DPC yang aktif," tandasnya.
Diketahui, penyelenggaraan UPA secara serentak di Indonesia ini disesuaikan dengan zonasi waktu daerah masing-masing. Naik itu WIB, WIT, maupun WITA.
Dalam kegiatannya, DPN Peradi mengerahkan seluruh anggota DPC untuk memastikan ujian berjalan lancar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya