RM.id Rakyat Merdeka - Usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania, ditolak mentah-mentah pejabat kedua negara tersebut. Penolakan juga disampaikan oleh pihak Palestina dan Hamas (faksi yang berkuasa di Jalur Gaza sejak 2007).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Yordania Ayman Safadi mengatakan, penolakan Yordania terhadap relokasi warga Gaza semata-mata untuk melindungi tanah Palestina dari Israel.
Baca juga : Soal Rencana Akhiri Perang, Ukraina Sambut Baik Pesan Kuat Trump Untuk Putin
“Prinsip kami jelas, posisi teguh Yordania untuk menegakkan keberadaan warga Palestina di tanah mereka tetap tidak berubah,” tegas Menlu Ayman Safadi dalam konferensi pers bersama Koordinator Senior Kemanusiaan dan Rekonstruksi PBB untuk Gaza Sigrid Kaag di Ibu Kota Yordania, Amman, dikutip Reuters, Minggu (26/1/2025).
“Solusi untuk masalah Palestina terletak di Palestina. Yordania untuk warga Yordania, dan Palestina untuk warga Palestina,” tegasnya.
Baca juga : Trump Mau Relokasi 2 Juta Warga Gaza Ke RI, Begini Tanggapan KemluÂ
Pernyataan senada dilontarkan Kementerian Luar Negeri Mesir, Sabtu (25/1/2025).
“Mesir menolak segala pelanggaran terhadap hak-hak warga Palestina. Baik melalui permukiman atau pencaplokan tanah, atau dengan depopulasi penduduk di tanah tersebut melalui pengungsian. Atau mendorong pemindahan dari tanah mereka, baik untuk sementara atau jangka panjang,” tandas Mesir.
Baca juga : Golkar Riau Sedang Dilanda Konflik Internal
Ide relokasi warga Gaza ini diutarakan Trump pekan lalu. Kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Jumat (24/1/2025), Trump mengaku telah menelepon Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi perihal ide barunya itu.
Menurut Trump, relokasi warga Gaza penting dilakukan karena seluruh Jalur Gaza saat ini sangat berantakan. Sebelumnya, Trump juga berencana mengirim 2 juta warga Palestina ke Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.