Dark/Light Mode

Trump Mau Relokasi 2 Juta Warga Gaza Ke RI, Begini Tanggapan Kemlu 

Selasa, 21 Januari 2025 15:00 WIB
Warga Palestina yang mengungsi kembali ke rumah setelah pengumuman gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Kamp Pengungsian Nuseirat, Kota Gaza, Minggu (19/1/2025. (Foto Flash90/Ali Hassan via Jfeed)
Warga Palestina yang mengungsi kembali ke rumah setelah pengumuman gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Kamp Pengungsian Nuseirat, Kota Gaza, Minggu (19/1/2025. (Foto Flash90/Ali Hassan via Jfeed)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) menanggapi serius pernyataan tim transisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal usulan merelokasi sementara sebagian dari dua juta penduduk Gaza ke Indonesia selama upaya rekonstruksi pascaperang. 

Ide yang ambisius, tetapi nggak make sense, meski di bawah kepemimpinan Trump, segala sesuatu mungkin saja terjadi, diberitakan  NBC News, Sabtu (18/1/2025).

"Pemerintah Republik Indonesia tidak pernah memperoleh informasi apapun, dari siapapun, maupun rencana apapun terkait relokasi sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia sebagai salah satu bagian dari upaya rekonstruksi pasca konflik," pernyataan Kemlu RI, Selasa (21/1/2025). 

Baca juga : Aplikator Koin Jagat Ajak Pengguna Benahi Taman Dan Fasum 

Pernyataan itu menegaskan,  Pemerintah Indonesia menghindari berspekulasi tentang isu tanpa adanya informasi yang jelas. Sejak awal konflik, Indonesia mendorong solusi dua negara sebagai cara mengakhiri konflik di wilayah itu.

Dalam hal ini, Indonesia mendorong momen gencatan senjata di Gaza digunakan untuk memulai dialog dan negosiasi guna mewujudkan solusi dua negara. Indonesia mendorong solusi tersebut diimplementasikan sesuai hukum internasional dan parameter internasional yang telah disepakati.

"Indonesia tetap tegas dengan posisi: segala upaya untuk memindahkan warga Gaza tidak dapat diterima. Upaya untuk mengurangi penduduk Gaza hanya akan mempertahankan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan sejalan dengan strategi yang lebih besar yang bertujuan untuk mengusir orang Palestina dari Gaza," sambung pernyataan Kemlu RI itu.

Baca juga : Kroasia Vs Portugal, Aksi Panggung Lapis Kedua

Pejabat transisi yang tidak disebutkan namanya itu menilai, warga Gaza menghadapi skeptisisme yang signifikan. Negara-negara regional dekat Palestina menentang penerimaan pengungsi. Sebab, khawatir terjadi krisis pengungsi di wilayahnya. Sementara itu, warga Palestina khawatir mereka dilarang kembali ke Gaza jika mereka pergi. 

Penilaian terbaru memberikan menyedihkan tentang kerusakan yang meluas di Gaza. Kota Gaza mengalami kerusakan paling parah, dengan 74% bangunan hancur atau rusak parah Gaza Utara menyusul dengan tingkat kerusakan 70%.

Khan Younis melaporkan 55% bangunan mengalami kerusakan Deir al-Balah menunjukkan 50% bangunan rusak Rafah, yang saat ini menampung banyak pengungsi Palestina, melaporkan 49% bangunan tidak dapat digunakan Secara keseluruhan, 60% bangunan di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau hancur.

Baca juga : Pede Isrullah-Usman Menang, Relawan: Sambutan Warga Luar Biasa

Perkiraan pada Oktober 2024 sekitar 128.000 bangunan yang rusak. Namun jumlahnya sejak saat itu bertambah secara signifikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.