RM.id Rakyat Merdeka - China tertarik meningkatkan hubungan dengan Israel. Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi, China memandang hubungan China-Israel dari perspektif jangka panjang.
Wang menyampaikan pertanyaan tersebut dalam pertemuan dengan mitranya Menlu Israel Gideon Saar, di sela Munich Security Forum, Jerman, Sabtu (15/2/2025). Ini merupakan pembicaraan langsung pejabat tingkat China-Israel sejak perang Gaza 7 Oktober 2023.
Perang Hamas-Israel itu telah membuat hubungan China-Israel tegang. Beijing mengutuk tindakan Israel dan menyatakan dukungannya terhadap perjuangan Palestina dan solusi dua negara.
Namun, China punya hubungan ekonomi yang erat dengan Israel sejak negara itu didirikan dan Israel merupakan salah satu dari sedikit negara maju yang ambil bagian dalam Belt and Road Initiative atau Prakarsa Sabuk dan Jalan China, sebuah proyek infrastruktur lintas benua.
Baca juga : Dubes China Wang Lutong Jenguk Dua Panda Di Taman Safari Bogor
Menurut Kementerian Luar Negeri China, Wang memuji persahabatan yang telah terjalin lama antara orang-orang China dan Yahudi. Khususnya bantuan timbal balik selama Perang Dunia II.
“China selalu memandang perkembangan hubungan China-Israel dari perspektif jangka panjang dan bersedia bekerja sama dengan Israel untuk memajukan pengembangan kemitraan komprehensif yang inovatif antara China-Israel,” kata Wang.
China-Israel telah menekan perjanjian kemitraan komprehensif pada 2017 yang menjadi landasan bagi kedua belah pihak sepakat untuk memperluas kerja sama teknologi dan perdagangan. Sementara Beijing juga sepakat untuk berinvestasi dalam infrastruktur Israel.
Senang Dengan Gencatan Senjata Gaza
Pada Sabtu itu, Wang juga menyerukan gencatan senjata yang permanen di Jalur Gaza dan mengatakan bahwa ia berharap akan adanya “implementasi yang efektif” dari kesepakan saat ini antara Israel-Hamas.
Baca juga : Kepemimpinan Pramono-Rano Di Tengah Gelombang Tantangan Jakarta
"China bersedia untuk terus menegakkan keadilan dan memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian masalah Palestina secara menyeluruh,” imbuh Wang.
Saar, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Times of Israel, mendesak Beijing untuk mengadopsi kebijakan yang seimbang di kawasan tersebut dan menekankan perlunya tekanan ekonomi terhadap Iran.
Pan Guang, pengamat urusan Timur Tengah dan Yahudi di Shanghai Academy of Social Sciences mengatakan, pertemuan tersebut memungkinkan China untuk memperjelas posisinya di Gaza dan mengisyaratkan bahwa kedua negara bersedia untuk menghidupkan kembali kerja sama.
“China sangat senang melihat gencatan senjata di Gaza terutama para pebisnisnya. Banyak hal yang dapat dilakukan setelah gencatan senjata,” kata Pan.
Baca juga : Indonesia Makin Mesra Dengan Negara Berkembang, Tapi Tak Renggang Dengan Adidaya
Konflik Gaza telah mengganggu rute pengiriman China ke Eropa. Pasalnya, kapal-kapal mereka diserang pemberontak Houthi Yaman di Laut Merah, yang memaksa pengalihan rute yang biayanya lebih mahal.
Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 46.000 warga Palestina dan 1.700 warga Israel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.