Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bamsoet Dukung Presiden Prabowo Dorong TNI-Polri Perkuat Ketahanan Nasional
Jumat, 31 Januari 2025 19:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh elemen, khususnya TNI dan Polri, untuk memperkuat keseluruhan aspek ketahanan nasional. Ketahanan negara pada semua aspek harus kokoh agar mampu merespons segala bentuk rongrongan yang akan memperlemah fondasi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2025, Presiden Prabowo mengemukakan ungkapan tentang negara gagal. Ciri khas negara gagal adalah tentara dan polisi yang gagal. Begitupula apabila sebuah negara hendak dihancurkan, maka lawan akan memperlemah tentara, polisi, dan intelijen. Sebab, TNI dan Polri adalah dua institusi yang mewujudnyatakan kehadiran negara, penegak kedaulatan, dan wujud nyata dari eksistensi negara.
Bamsoet menyatakan, pernyataan Presiden Prabowo itu sangat mendasar dan responsif. Bamsoet memaknainya sebagai kehendak baik dan kesungguhan Presiden menanggapi aspirasi dan gelisah masyarakat yang setiap hari melihat dan mencatat sejumlah indikator tentang melemahnya ketahanan nasional di berbagai sektor, utamanya ekonomi dan penegakan hukum. "Kecenderungan itu juga diakibatkan oleh melemahnya fungsi dan kontribusi beberapa institusi negara,” ujar Bamsoet, di Jakarta, Jumat (31/1/25).
Baca juga : 100 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo, Indeks Kepercayaan Industri Makin Membaik
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, Presiden Prabowo telah berupaya membangun kembali ketahanan ekonomi nasional dari puing-puing kehancuran puluhan juta unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dari sekitar 65,5 juta unit UMKM, tidak kurang dari 48,6 persen telah dinyatakan bangkrut akibat tekanan bertubi-tubi oleh faktor eksternal.
Penyebab utamanya adalah banjir produk impor yang dijual di pasar dalam negeri dengan harga dumping. Fakta ini menyebabkan 30,5 persen UMKM kehilangan permintaan dari dalam negeri dan menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia sama sekali tidak terlindungi oleh kebijakan institusi negara.
"Konsekuensinya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berkelanjutan tidak terhindarkan. Inilah salah satu wujud pelemahan pada aspek ketahanan nasional,” ujar Bamsoet.
Baca juga : HIPMI Institute Dorong Pemuda Jadi Inovator Penggerak Ekonomi Nasional
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini memaparkan, wujud lain dari pelemahan ketahanan nasional adalah penegakan hukum yang mengingkari prinsip, nilai dan azas keadilan. Alih-alih dihormati dan disegani, institusi penegak hukum sekarang ini justru terus dicemooh oleh masyarakat kebanyakan karena mempraktikan tebang pilih.
Masyarakat melihat bahwa pisau penegakan hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Jika kecenderungan seperti ini terus berlanjut, kualitas ketertiban umum menjadi taruhannya.
“Presiden telah dengan sungguh-sungguh merasakan dan memahami aspirasi serta gelisah masyarakat. Sangat bijaksana jika presiden kemudian mendorong TNI-Polri untuk terus bekerja keras mewaspadai upaya pelemahan NKRI yang dilakukan dari berbagai aspek,” kata Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya