BREAKING NEWS
 

Launching Kampanye Bersama

Wamenlu Anis Matta Targetkan Bantuan Palestina Senilai Rp 3,2 TriliunĀ 

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 26 Februari 2025 16:55 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam acara Peluncuran Kampanye Bersama Penggalangan Bantuan Kemanusiaan bagi Gaza, Rabu (26/5/2025), di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan Kajian dan Pengembangan Prof. Zainul Bahar optimis dana yang ditargetkan dapat terkumpul. BAZNAS sudah berhasil mengumpulkan dana bagi Palestina yang mencapai lebih Rp 320 miliar lebih. Dari jumlah itu Rp 200 miliar akan disalurkan di bidang pendidikan dan pembangunan rumah sakit, dan hunian.

"Wamenlu mempertaruhkan namanya untuk mengumpulkan target ini. Saya kira itu akan tercapai. Itu termasuk dana dari LSM yang hari ini hadir yang jumlahnya mencapai 40 lembaga," katanya.

Baca juga : Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat Salurkan Bantuan Rp 4,4 M ke Palestina

Direktur Eksekutif Humanitarian Forum Indonesia Surya Rahman mengatakan, isu kemanusiaan di dunia semakin meningkat. Dia menekankan pentingnya upaya kolaboratif untuk merespon isu Palestina.

Adsense

"Gerakan ini menjadi sebuah langkah besar karena menyatukan elemen bangsa ," ujarnya

Anak Di Gaza Meninggal Karena Hipotermia

Baca juga : Kalau Mau Haaland, Barcelona Kudu Nyiapin Rp 2,5 Triliun

Setidaknya enam anak Palestina di Jalur Gaza meninggal karena hipotermia selama musim dingin tahun ini. Hal ini disampaikan Direktur medis Rumah Sakit Amal Friends of the Patient di Kota Gaza,  Dr Saeed Salah, Selasa (25/2/2025). 

Ia mengatakan belum lama ini tiga bayi baru lahir meninggal tak lama setelah dirawat. Mereka berusia antara satu dan dua hari. Kematian kembali terjadi. Dua anak lagi meninggal pada Selasa pagi. Kematian keenam dilaporkan di Khan Younis, Gaza selatan.

Baca juga : Bhinneka Life Sukses Bayarkan Klaim Senilai Rp 630 Miliar 2024

Dokter Salah menambahkan, baru-baru ini pihaknya menerima delapan kasus hipotermia parah. Semuanya memerlukan perawatan intensif.

"Mereka lahirdan keluarga mereka tidak punya cara untuk menghangatkan mereka dan ini telah terjadi selama beberapa hari terakhir sejak cuaca dingin melanda daerah itu,” kata Hani Mahmoud dari Al Jazeera.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense