Dark/Light Mode

Tahun Ini, BSI Target Salurkan KUR Syariah Rp 17 Triliun

Selasa, 21 Januari 2025 19:02 WIB
BSI meraih alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah sebesar Rp 17 triliun pada 2025.
BSI meraih alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah sebesar Rp 17 triliun pada 2025.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI meraih alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah sebesar Rp 17 triliun pada 2025 atau naik dari target tahun lalu sebesar Rp 16 triliun.

Direktur Retail Banking BSI Harry Gusti Utama mengatakan, BSI memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berdaya.

Upaya perseroan dalam penyaluran KUR Syariah merupakan amanah negara dalam pemberdayaan ekonomi pelaku usaha di tataran akar rumput.

“Hal ini juga sejalan dengan prioritas utama program Asta Cita Presiden Prabowo yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/1/2025).

Melalui upaya tersebut, kata Gusti, BSI secara konsisten mendukung UMKM agar naik kelas sehingga dapat menjadi bagian dari ekosistem pendanaan syariah.

Baca juga : Impor BBM Rugikan Negara Rp 500 Triliun

Dengan demikian BSI semakin mendekatkan pelaku usaha di segmen tersebut pada layanan produk pembiayaan syariah yang aman, mudah dan cepat untuk membantu UMKM mengembangkan usahanya.

“Sejak berdirinya BSI, jumlah penerima manfaat KUR Syariah di BSI telah mencapai sekitar 420 ribu UMKM dari 2021 hingga Desember 2024. Untuk tahun 2025 ini, BSI diberi amanah menyalurkan KUR Syariah sebesar Rp 17 triliun,” ujar Gusti.

Pada 2024, realisasi keterserapan KUR Syariah dari BSI oleh pelaku UMKM menembus Rp 15,42 triliun atau sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan Pemerintah.

Melalui program ini, tahun 2024 BSI telah berhasil memberikan akses permodalan kepada lebih dari 131 ribu pelaku usaha yang didominasi sektor perdagangan, pertanian dan jasa.

Gusti menjelaskan, penyerapan KUR tertinggi berada di wilayah Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki pelaku UMKM yang tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja. 

Baca juga : Makan Bergizi Gratis Butuh Dana 100 Triliun

Menurut Gusti, capaian keberhasilan ini tidak lepas dari peran BSI UMKM Center sebagai pusat pengembangan UMKM yang kini beroperasi di empat kota, yaitu Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

“Kami berharap UMKM yang menerima KUR dapat berkembang dan naik kelas sehingga dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha lainnya,” katanya.

Selain lewat akses permodalan, BSI juga memfasilitasi pendampingan hingga UMKM ini dapat berkembang secara berkelanjutan. Mulai dari inkubasi UMKM, akses pemodalan baik KUR maupun pembiayaan UMKM komersial, kesempatan business matching dan pembinaan berkelanjutan.

Gusti menambahkan, selain melalui KUR Syariah, BSI juga terus mendukung program Asta Cita pemerintah dalam menciptakan wirausaha tangguh melalui pengembangan UMKM dengan berbagai upaya strategis yang selama ini telah dilaksanakan perseroan.

Seperti melalui beberapa signature event BSI yaitu BSI Aceh Muslimpreneur, Talenta Wirausaha BSI, dan BSI International Expo.

Baca juga : CIMB Niaga Finance Target Pembiayaan Tembus Rp 9,5 Triliun Di 2025

BSI optimistis, melalui kolaborasi dengan pemerintah dan sektor terkait, BSI dapat membantu mencetak peluang usaha baru sekaligus menyerap tenaga kerja.

“Dengan demikian BSI dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia,” pungkas Gusti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.