Sebelumnya
Banyak tahanan maupun anggota keluarga yang menangis setelah bertemu kembali dengan orang yang mereka cintai.
Bahkan ada pemandangan memilukan, seorang ayah pertama kali bertemu dengan putranya. Pria asal Jenin, Tepi Barat, Louay Saabneh, ditangkap saat istrinya hamil.
Warga Gaza yang bernama Eyad al-Saudi merasa lega atas pembebasannya. Tetapi dia merasa kegembiraannya belum lengkap. Kepada Reuters, ia bercerita, banyak warga Palestina yang masih dipenjara dalam kondisi sulit.
Baca juga : Kapolri Tegaskan Siap Kawal Mahasiswa Dan Pemuda Suarakan Pendapat
“Selama periode pertama di penjara, kami diborgol dan mata ditutup selama 90 hari. Anda tidak melihat siapapun dan tidak ada yang melihat kami. Kami biasa duduk berlutut selama 18 atau 20 jam,” kisahnya.
Para tahanan Palestina ini seharusnya dibebaskan pada Sabtu lalu, tapi Israel menundanya dengan alasan Hamas membuat upacara yang dianggap mempermalukan sandera dan penuh propaganda sat pembebasan. Namun, kenyataan yang tampak, sandera Israel tampak bahagia dan segar. Kondisi tersebut berbeda 180 derajat dengan tawanan Palesina.
Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, yang menyampaikan reportase dari Gaza, mengatakan, beberapa orang Palestina yang kembali memiliki anggota tubuh yang terpotong dan yang lainnya menderita luka-luka parah akibat penyiksaan Israel dalam tahanan.
Baca juga : Efisiensi Dilaksanakan: Pelayanan Dasar Tetap Aman?
“Banyak anggota keluarga yang menangis setelah melihat orang yang mereka cintai,” kata Abu Azzoum.
Terkait empat jenazah sandera Israel yang diserahkan Hamas di Khan Younis, berbeda dengan penyerahan jenazah sebelumnya, kali ini Hamas tak menggelar seremoni.
Dilansir Times of Israel, keempat jenazah sandera itu teridentifikasi sebagai Tsachi Idan, Itzhak Elgarat, Ohad Yahalomi dan Shlomo Mantzur. Jenazah tersebut sedang menjalani identifikasi awal di wilayah Israel. Pemeriksaan forensik lengkap dilakukan untuk menentukan penyebab kematian keempat sandera terakhir.
Baca juga : Makanan Boleh Dibawa Pulang Untuk Berbuka
“Pemberitahuan resmi akan diberikan kepada keluarga para sandera setelah proses selesai,” kata Kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.