BREAKING NEWS
 

Ramadan Di Amerika, Ramai Undangan Bukber Hingga Santap Menu Pakistan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 25 Maret 2025 10:36 WIB
Vika (kedua kanan (jilbab) berbuka puasa dengan mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. (Foto Vika)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun ini berarti masa kedua bagi Vinandhika Parameswari, disapa Viki, menjalankan ibadah puasa Ramadan di Amerika Serikat (AS). Dia tetap kuliah seperti biasa dan melakukan aktivitas rutin selayaknya bulan-bulan lainnya. 

Viki asal Jakarta, saat ini sedang menempuh pendidikan S2 (master’s degree) di Johns Hopkins University, Kampus Bloomberg Center, Washington DC, Amerika Serikat (AS), mengambil program studi Komunikasi dengan Konsentrasi politik.

Menurut Viki, tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, Ramadan tahun ini masih berada di musim transisi dari musim dingin/salju menuju ke musim semi sehingga durasi berpuasanya berlangsung sekitar 12 hingga 13 jam. 

Pada minggu pertama Ramadan, dia mendapatkan waktu berpuasa hampir 12 jam yang kemudian bertambah satu jam lebih lama setelah daylight saving. Biasanya mengetahui waktu sahur dan berbuka puasa dengan mengecek website yang memberikan informasi waktu salat seperti Islamic Finder. 

Daylight saving, yang juga dikenal sebagai waktu musim panas, adalah praktik memajukan jarum jam selama musim panas sehingga malam hari datang lebih lambat setiap harinya.

Tujuan dari praktik ini adalah untuk "menyimpan cahaya siang hari" di musim panas dengan memajukan waktu kerja dan sekolah satu jam lebih awal daripada waktu standar. Dengan demikian, orang dapat menikmati siang hari yang terang lebih lama setelah selesai bekerja atau sekolah. 

Tidak ada persiapan khusus yang Vika lakukan untuk berpuasa. Dia hanya menyiapkan bahan makanan lebih banyak di akhir pekan supaya lebih efisien ketika memasak untuk sahur dan berbuka puasa nanti. 

Jika sedang rindu dengan makanan khas Ramadan di Indonesia, tidak sulit bagi Vika. Ingin mengonsumsi bukaan tertentu seperti kolak pisang atau biji salak, bahan-bahannya mudah ditemui di toko Asia yang berlokasi di area Falls Church, Virginia.

Selain itu ada juga toko yang menjual khusus bahan makanan Indonesia yang berlokasi di area Rockville, Maryland.

Baca juga : GasKita Makin Diminati, PGN Sabet Penghargaan Branding Bergengsi

Biasanya, dia berbelanja bahan makanan halal di toko-toko tersebut yang jarak tempuhnya kurang-lebih satu jam dari pusat kota Washington DC menggunakan kereta Metro.

"Jika sedang tidak memungkinkan untuk berbelanja secara langsung, saya terkadang juga berbelanja secara online dengan harga terjangkau," imbuhnya, kepada Rakyat Setiap Ramadan tiba, dia sering mendapat undangan berbuka puasa dari komunitas muslim yang ada di Washington DC, tidak hanya dari Indonesia namun juga negara lain, seperti Pakistan. 

Ketika memenuhi undangan buka puasa bersama dari komunitas Muslim Pakistan misalnya, dia disuguhi hidangan khas mereka. Antara lain naan (roti pipih dari tepung gandum) yang biasanya disantap dengan chicken kurma (kuah berbumbu seperti kari yang kental) dan cashew, pakora (gorengan dari sayuran khas Pakistan), dan nasi biryani.

Sedangkan agenda buka puasa bersama dari komunitas Indonesia di Amerika Serikat salah satunya Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) DC. Permias DC, berkolaborasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington DC. Permias beranggotakan mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di area DMV (DC, Maryland, Virginia).

Selain itu, setiap Ramadan tiba, komunitas muslim Indonesia yang tinggal di area DMV setiap hari menyediakan bukaan dan makanan berat gratis di masjid komunitas Muslim Indonesia, IMAAM Center.

Masjid yang didirikan komunitas Indonesia ini dan diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014.

Di IMAAM Center, komunitas Muslim dari berbagai negara dapat berbuka puasa secara gratis yang diikuti dengan salat tarawih berjamaah.

Adsense

Pada waktu-waktu tertentu menjelang Ramadan, IMAAM Center juga menyelenggarakan bazaar dengan menjual berbagai makanan Indonesia.

Saat lebaran tiba, IMAAM Center menjadi salah satu masjid bagi para kaum muslim di area DMV untuk melaksanakan salat id. Usai salat id, KBRI DC, biasanya menyelenggarakan agenda Open House yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir dan menikmati berbagai makanan khas Indonesia. 

Baca juga : Ini Lho 20 Ucapan Hampers Lebaran 2025 Untuk Sahabat Hingga Calon Mertua

"Agenda ini diharapkan dapat menjadi penyambung tali silaturahmi dengan sesama masyarakat Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat dan pengobat rindu bagi para perantau yang tidak dapat pulang ke Indonesia ketika lebaran tiba," tuturnya.

Muslim di Amerika

Dibandingkan dengan berpuasa di Indonesia, imbuh Vika, tantangan tentu ada. Salah satunya, tidak banyak menemui sesama Muslim yang berpuasa. Selain itu, tidak banyak orang mengetahui bahwa saat ini adalah bulan Ramadan dan Muslim wajib berpuasa sehari penuh dari matahari terbit hingga terbenam. 

Namun seiring berjalannya waktu, Vika menikmati kehidupannya di Negeri Paman Sam itu. Pernah waktu awal menginjakkan kaki dengan cemas, kini segala kekhawatirannya telah sirna.

"Saya sempat merasakan sejumlah keraguan apakah identitas hijab saya akan mendatangkan persoalan bagi saya nanti setibanya," ceritanya.

Namun, untungnya selama hampir dua tahun menetap di Washington DC, dan mengunjungi sejumlah kota dan negara bagian seperti Boston-Massachusetts, New York City-New York, Virginia, dan Maryland, kekhawatirannya tersebut terpatahkan realita. 

Menurutnya, banyak warga setempat yang baru saya kenal justru sangat menghormati saya sebagai seorang Muslim. Misalnya, teman, profesor, dan bahkan tetangganya sering menanyakan secara langsung apakah saya boleh mengonsumsi makanan tertentu atau apakah saya membutuhkan waktu khusus untuk beribadah karena mereka pernah melihat saya beberapa kali meminta waktu sejenak untuk melaksanakan ibadah salat. 

"Apalagi ketika bulan Ramadan tiba, pernah ada profesor salah satu mata kuliah yang justru mengingatkan saya untuk berbuka puasa terlebih dahulu ketika waktunya sudah tiba dan mengizinkan saya untuk keluar kelas supaya saya dapat minum dan makan dengan baik," terangnya.

 

 

Baca juga : Prabowo Resmikan 17 Stadion: Pemerintah Bangun Karakter Bangsa Lewat Sepakbola

 

 

 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense