BREAKING NEWS
 

Demonstrasi Bela Saingan Erdogan Terus Berlanjut

Penangkapan Imamoglu Picu Kemarahan Warga

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 26 Maret 2025 04:10 WIB
SEMPROTKAN MERICA: Polisi menggunakan semprotan merica saat bentrok dengan warga yang memprotes penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, di Istanbul, Turki, Jumat, 21 Maret 2025. (Foto AP/Khalil Amra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Demonstrasi anti Pemerintah terus berlanjut di Turki, menyusul penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dengan tuduhan korupsi.

Meski ada larangan menggelar aksi di jalanan, Senin (24/3/2025) malam, ribuan orang kembali turun ke jalan. Protes yang berlangsung di Istanbul sebagian besar berjalan damai. Namun, massa tetap dijaga ketat polisi anti huru-hara.

Baca juga : Pemerintah Tingkatkan Fasilitas RS Daerah 3T

Pasalnya, polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan masa pada Minggu (23/3/2025).

Sekitar 1.133 orang telah ditangkap sejak protes dimulai pada Rabu (19/3/2025), hari ketika Imamoglu ditahan. Dia telah membantah melakukan korupsi.

Baca juga : Eddy Soeparno Apresiasi Kebijakan Prabowo Percepat Pengangkatan PNS Dan PPPK

Imamoglu yang berasal dari partai oposisi utama Partai Rakyat Republik (Republican People’s Party/CHP), dianggap sebagai rival utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2028.

Erdogan menyebut protes tersebut sebagai ‘gerakan kekerasan’, Senin (24/3/2025). Dia menyalahkan CHP atas kerusakan properti dan cedera yang dialami 123 polisi selama demonstrasi. Presiden yang telah berkuasa 22 tahun itu juga meminta protes segera dihentikan.

Baca juga : Kementerian PU Terjunkan 2 Perahu Karet Evakuasi Warga Bekasi

“Sebagai sebuah negara kami mengikuti peristiwa yang muncul setelah seruan pemimpin oposisi utama turun ke jalan, menyusul operasi korupsi yang berpusat di Istanbul berubah menjadi gerakan kekerasan,” kata Erdogan dikutip Reuters.

Penangkapan Imamoglu membuat warga Turki marah. Penahanan itu dianggap banyak pihak sebagai tindakan yang menunjukkan kurangnya keadilan di Turki.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense