RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean Noel Barrot, mengunjungi Istana Kepresidenan di Jakarta dan Kementerian Luar Negeri di Pejambon, Rabu (26/3/2025) dalam rangka mempersiapkan kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron, ke Indonesia pada Mei 2025.
Barrot melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo sekitar satu jam. "Saya kira, kami telah melakukan diskusi yang sangat produktif dengan Presiden Prabowo, mempersiapkan kunjungan Presiden Macron mendatang," ujarnya usai pertemuan.
Memperingati 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Prancis
Kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia ini akan memperingati 75 tahun hubungan diplomasi antara Indonesia dan Prancis. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis dimulai pada 4 Januari 1950. Hubungan tidak langsung antara kedua negara sudah dimulai sejak awal abad ke-19 di Hindia Belanda.
Barrot berharap kunjungan tersebut akan menjadi babak baru dalam hubungan strategis kedua negara, memperkuat kedaulatan bersama, serta menyatukan kekuatan dalam memecahkan berbagai tantangan global, seperti krisis regional, Timur Tengah, dan Ukraina.
Dalam kunjungan ke Kemlu RI, sebelum ke Prabowo, Sugiono dan Barrot juga membahas rencana kunjungan Macron.
Baca juga : Gubernur Pramono Segera Buka Perekrutan Petugas Gulkarmat Di Jakarta
"Kami bertemu dan berdiskusi mengenai persiapan pelaksanaan kunjungan tersebut," ujar Sugiono.
Pembahasan ini juga mencakup penyusunan langkah-langkah prioritas dalam upaya peningkatan hubungan antara kedua negara yang menjadi hasil dari kunjungan kenegaraan ini. Sejumlah fokus kerja sama yang akan dibahas nantinya mencakup transisi energi, pertahanan pangan, ekonomi kreatif, logistik, transformasi digital, hingga kebudayaan.
Dengan nilai ekonomi Indonesia-Prancis yang mencapai 328 juta dolar AS pada 2024, Sugiono pun meyakini berbagai kerja sama dan investasi di berbagai bidang yang terjalin dapat terus ditingkatkan.
"Kami sama-sama menyepakati bahwa hasil yang atau keluaran yang dihasilkan harus merupakan sesuatu yang sifatnya tangible, berdampak, dan melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan dan juga meningkatkan hubungan dan mempererat hubungan antara kedua negara," paparnya.
Senada, Barrot pun optimistis hubungan baik kedua negara akan semakin erat ke depan. Apalagi hubungan ini juga terjadi di level personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Sehingga, diharapkan kedekatan ini dapat menghadirkan solusi untuk berbagai konflik regional maupun global.
Kemitraan Strategis di Era Digital
Baca juga : Pendaftar Membludak, Pram Pertimbangkan Menambah Kuota Mudik Gratis Di Jakarta
Dalam keterangan pers Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Rabu (26/3/2025), Barrot akan menegaskan kembali bahwa Prancis menjadikan pendalaman dan diversifikasi kemitraan strategis kedua negara sebagai sebuah prioritas.
Barrot juga akan fokus pada topik penguatan dialog politik, penerapan kemitraan di bidang keamanan dan pertahanan. Selain itu, kerja sama juga akan meliputi pengembangan proyek-proyek ekonomi dan teknologi, serta peningkatan kerja sama kita di bidang ilmiah, akademis dan budaya.
Dalam kunjungan ini, Barrot dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, untuk memperkuat dukungan Prancis terhadap sentralitas ASEAN. Ia juga akan memimpin penandatanganan surat pernyataan kehendak antara Expertise France dan Uni Eropa untuk proyek Global Ports Safety, sebuah prakarsa untuk meningkatkan ketahanan pelabuhan di Asia dan Eropa.
Harapan untuk Hubungan Indonesia-Prancis
Hubungan erat Indonesia dan Prancis yang mencakup perdagangan, pertahanan, dan teknologi diharapkan semakin kuat dengan kunjungan kenegaraan Macron. Kemitraan strategis kedua negara dinilai mampu menghadapi tantangan global di era digital, membuka peluang baru di berbagai sektor, dan memperkuat hubungan diplomasi di abad ke-21.
Tak sampai di situ, Barrot juga memimpin acara penandatanganan sebuah surat pernyataan kehendak antara Expertise France dan Uni Eropa untuk proyek Global Ports Safety, di Wisma Prancis.
Baca juga : 40 Sekolah Swasta Bakal Uji Coba Pendidikan Gratis
Adapun Global Ports Safety merupakan sebuah prakarsa yang bertujuan untuk menjamin ketahanan pelabuhan dan rantai pasokan antara Asia dan Eropa, melalui kegiatan peningkatan keselamatan pelabuhan di 12 pelabuhan di delapan negara di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia.
Barrot juga dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan masyarakat Prancis selama kunjungannya di Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.