RM.id Rakyat Merdeka - Gempa dahsyat 7,7 skala Richter (SR) yang mengguncang Myanmar, Thailand, dan Vietnam pada Jumat (28/3/2025), dilaporkan telah menewaskan lebih dari 153 orang, merobohkan bangunan dan jembatan utama, serta merusak jalan.
“Sedikitnya 144 orang tewas dan lebih dari 700 orang terluka di Myanmar,” kata MRTV, stasiun TV yang dikelola pemerintah via Telegram.
Dalam pidato yang disiarkan MRTV, Kepala Junta Jenderal Senior Min Aung Hlaing meminta dukungan internasional untuk upaya bantuan.
Baca juga : Gempa 7,7 SR Myanmar Tewaskan 4 Orang, 1 Di Thailand 3 Di Mandalay
Junta militer Myanmar juga telah mengizinkan organisasi tanggap bencana ASEAN, AHA Centre dan India untuk memberikan bantuan.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menginformasikan, gempa 7,7 SR itu terjadi di barat laut kota Sagaing pada kedalaman dangkal, Jumat (28/2/2025) pukul 13.20 waktu setempat. Beberapa menit kemudian, muncul gempa susulan berkekuatan 6,4 SR di area yang sama.
"Kami ingin masyarakat internasional memberikan bantuan kemanusiaan sesegera mungkin,” kata Juru Bicara Junta Zaw Min Tun di rumah sakit tersebut.
Baca juga : QRIS TAP Lewat MyBCA Bisa Dipakai Di Lebih Dari 324 Ribu Merchant
Dia menjelaskan, rumah sakit milik pemerintah di Naypyitaw, Mandalay, dan Sagaing penuh sesak dengan pasien. Sebelumnya diberitakan, 20 orang meninggal dunia di rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur di Naypyitaw.
Permohonan langka dari junta militer tersebut mengindikasikan kerusakan dan korban jiwa sangat mungkin terjadi dalam skala besar, di tengah hancurnya kondisi sistem medis dan infrastruktur Myanmar akibat perang saudara selama empat tahun.
Berdasarkan kekuatan dan kedalaman gempa bumi, analisis prediktif pemerintah AS memperkirakan adanya ribuan kematian dan kerugian ekonomi yang parah. Sagaing dan Meiktila tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.