Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Petisi Denmark Mau Beli California Dari Trump Diteken Lebih Dari 200 Ribu Orang
Rabu, 12 Februari 2025 23:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Petisi satir yang konon ditujukan untuk penggalangan dana 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS), agar Denmark bisa membeli California, telah ditandatangani oleh lebih dari 200 ribu orang.
"Pernahkah Anda melihat peta dan berpikir, apa yang dibutuhkan Denmark? Kita butuh lebih banyak sinar matahari, pohon palem, dan sepatu roda. Dan kita memiliki kesempatan sekali seumur hidup untuk mewujudkan mimpi itu," demikian bunyi petisi tersebut, seperti dikutip CNN International, Rabu (12/2/2025).
"Mari kita beli California dari Donald Trump! Ya, Anda tidak salah dengar. California bisa menjadi milik kita. Kami butuh bantuan Anda untuk mewujudkannya,” sambung petisi tersebut.
Petisi nyeleneh ini muncul setelah Presiden baru AS Donald Trump menyatakan minatnya untuk menguasai Greenland, wilayah semi-otonom Denmark.
Hans Christian Andersenland
Baca juga : Rosel Lavina: Tak Lebih Dari 15 + 5 Persen
Petisi tersebut juga menjelaskan keuntungan bagi Denmark, jika jadi membeli California. Antara lain, cuaca yang lebih baik, pasokan alpukat yang aman, dan dominasi teknologi.
“Mendapatkan lebih banyak lagi kawan-kawan di bidang teknologi? Hebat! Itulah yang dibutuhkan setiap demokrasi,” begitu bunyi petisi tersebut.
Tak cuma itu, Denmark juga disebut dapat memproteksi dunia yang bebas dan mengganti nama Disneyland menjadi “Hans Christian Andersenland”.
Hans Christian Andersen adalah penulis dan penyair Denmark, yang mendunia dengan dongengnya.
Baca juga : Tak Tahu ASEAN, Calon Menhan Trump Panen Kecaman
“Mickey Mouse dengan helm Viking? Ya, silakan,” cetus petisi tersebut.
Target penggalangan dana 1 triliun dolar AS, kurang lebih beberapa miliar juga disampaikan dalam petisi itu. Di samping rencana mengirimkan negosiator terbaik: para eksekutif Lego dan pemain Borgen.
"California akan menjadi Denmark Baru. Los Angeles? Lebih mirip Los Angeles. Kami akan menghadirkan hygge ke Hollywood, jalur sepeda ke Beverly Hills, dan smørrebrød organik ke setiap sudut jalan. Aturan hukum, perawatan kesehatan universal, dan politik berbasis fakta mungkin akan berlaku," urai petisi itu.
Trump yang mulai menjabat Presiden ke-47 AS pada 20 Januari 2025, menggambarkan kendali AS atas Greenland sebagai suatu kebutuhan mutlak.
Baca juga : 2025, Kuota Haji 221 Ribu Orang
Ambisi ini jelas ditentang keras oleh para pejabat di Greenland dan Denmark. Meski muncul kekhawatiran, Trump lebih serius mewujudkan gagasan tersebut, dibanding saat periode pertama masa jabatannya.
Perdebatan mengenai masa depan Greenland antara lain juga dipicu oleh spekulasi yang berkembang mengenai gerakan kemerdekaannya.
Meski tak menyebut AS dalam pidato Tahun Baru-nya, Perdana Menteri Greenland mengatakan, wilayahnya harus terbebas dari belenggu kolonialisme.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya