Dark/Light Mode

Gempa 7,7 SR Myanmar Tewaskan 4 Orang, 1 Di Thailand 3 Di Mandalay

Jumat, 28 Maret 2025 17:32 WIB
Peta lokasi gempa Myanmar, Jumat (28/3/2025). (Foto: Tangkapan layar USGS)
Peta lokasi gempa Myanmar, Jumat (28/3/2025). (Foto: Tangkapan layar USGS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa Myanmar berkekuatan 7,7 skala Richter yang getarannya terasa hingga Thailand dan Vietnam, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya empat orang, Jumat (28/3/2025).

Tak cuma itu, puluhan pekerja juga terjebak di gedung pencakar langit yang sedang dibangun di Bangkok. Total 43 pekerja terjebak di reruntuhan gedung berlantai 30.

“Setidaknya satu orang tewas dan puluhan pekerja diselamatkan dari bawah reruntuhan gedung pencakar langit,” kata Institut Kedokteran Darurat Nasional Thailand, seperti dikutip The Straits Times.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan, gedung tinggi yang dimaksudkan untuk kantor pemerintah itu hancur menjadi puing-puing dan logam bengkok, hanya dalam hitungan detik.

"Saat memeriksa lokasi, saya mendengar orang-orang berteriak minta tolong. Kami memperkirakan ratusan orang terluka," kata Worapat Sukthai, wakil kepala polisi distrik Bang Sue.

Di seberang perbatasan Myanmar, sedikitnya tiga orang tewas ketika sebuah masjid di Mandalay runtuh sebagian. Mandalay adalah ibu kota kerajaan kuno Myanmar, yang berada di pusat wilayah Buddha.

Sekelompok wartawan berada di Museum Nasional di Naypyitaw saat gempa terjadi. Puing tampak jatuh dari langit-langit saat bangunan mulai berguncang. Staf berseragam pun berlari keluar. Sebagian gemetar dan menangis.

Baca juga : Gempa 7,7 SR Guncang Myanmar, Getaran Terasa Hingga Thailand Dan China

Jalan-jalan di dekat wilayah itu rusak akibat gempa. Rute menuju salah satu rumah sakit terbesar di Naypyitaw macet total.

Di rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur itu, para korban luka dirawat di jalan di luar, infus tergantung di brankar mereka.

Beberapa orang merintih kesakitan. Yang lainnya terbaring diam. Tampak kerabat berusaha menghibur para korban.

Getaran gempa membuat orang-orang berhamburan ke jalan-jalan di Myanmar dan Thailand.

“Saya mendengarnya. Saat itu, saya sedang tidur di dalam rumah. Saya berlari sejauh mungkin, dengan mengenakan piyama," kata Duangjai, seorang warga kota wisata populer di Thailand utara, Chiang Mai.

Postingan media sosial dari Mandalay menunjukkan reruntuhan bangunan. Tampak puing-puing berserakan di jalan-jalan kota.

Seorang saksi mata di kota itu mengatakan kepada Reuters: "Kami semua berlarian keluar rumah saat semuanya mulai berguncang. Saya menyaksikan bangunan lima lantai runtuh di depan mata saya. Semua orang di kota saya keluar ke jalan. Tidak seorang pun berani kembali ke dalam gedung".

Baca juga : Banjir Sukabumi Tewaskan 5 Orang, 4 Hilang, Cek Nama-Namanya Di Sini

Lain lagi cerita Sai, warga Chiang Mai berusia 76 tahun. Saat kejadian, dia sedang bekerja di sebuah minimarket. 

“Saya segera keluar dari toko bersama pelanggan lain. Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya alami seumur hidup," ungkapnya.

Kekacauan Meluas

Akibat gempa kuat tersebut, sejumlah layanan metro dan kereta ringan di Bangkok berhenti sementara. 

Perdana Menteri (PM) Thailand Paetongtarn Shinawatra dilaporkan telah mengumumkan keadaan darurat. Bursa Efek Thailand pun menghentikan semua aktivitas perdagangan untuk sesi sore. Namun, semua penerbangan dari dan menuju Bangkok beroperasi seperti biasa.

Di Hanoi, ratusan orang berhamburan keluar dari gedung-gedung tinggi setelah merasakan getaran. "Lampu gantung berayun kencang. Terdengar bunyi retakan jendela " kata Vy Nguyen, yang bekerja di gedung perkantoran di pusat Kota Ho Chi Minh.

"Salah satu tamu saya merangkak di bawah meja, sementara saya tetap berdiri. Sekarang, saya masih merasa pusing," katanya.

Terasa di China 

Badan Gempa Beijing mengungkap, getaran gempa Myanmar juga terasa di Provinsi Yunnan, di wilayah barat daya China.

Baca juga : Berkat Bantuan Bupati Poso, Hillary Temukan Korban Hilang Asal Manado

Gempa bumi relatif umum terjadi di Myanmar. Laporan USGS menyebutkan, enam gempa kuat berkekuatan 7 skala Richter atau lebih terjadi antara tahun 1930 dan 1956 di dekat Sesar Sagaing, yang membentang dari utara ke selatan melalui pusat negara tersebut.

Gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter di ibu kota kuno Bagan di wilayah tengah Myanmar yang menewaskan tiga orang pada tahun 2016, juga merobohkan menara dan meruntuhkan tembok kuil di tempat wisata tersebut.

Para ahli berpendapat, kerentanan terhadap gempa di wilayah Myanmar dipicu oleh kombinasi laju pembangunan yang sangat cepat plus infrastruktur dan perencanaan kota yang buruk dan perencanaan kota yang buruk.

Negara Asia Tenggara yang miskin ini memiliki sistem medis yang terbatas, terutama di negara-negara bagian pedesaannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.