BREAKING NEWS
 

Innalillahi, Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 1.000 Orang, 2.300 Terluka

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 29 Maret 2025 16:33 WIB
Sekitar 120 tim penyelamat dari Rusia terbang dari Bandara Zhukovsky ke Myanmar untuk membantu korban gempa. Tim penyelamat itu terdiri dari ahli anastesi, psikologi hingga tim K9. (Foto RM.id/HO-Russian Embassy in Singapore)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 1.000 orang ditemukan tewas dan 2.300 lainnya terluka sejak gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Myanmar bagian tengah, Jumat (28/3/2025). Tim penyelamat berkejaran dengan waktu mencari mereka yang selamat di bawah reruntuhan gedung.

Gempa dangkal yang terjadi pada Jumat (28/3) siang itu berada pada kedalaman 10 kilometer dari permukaan tanah (menurut Badan Survei Geologi AS atau USGS), di wilayah Sagaing dekat Mandalay, Myanmar, diikuti beberapa menit kemudian oleh gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,7.

Gempa tersebut menghancurkan bangunan, merobohkan jembatan, dan membuat jalan melengkung di seluruh wilayah Myanmar, dengan kerusakan parah dilaporkan terjadi di kota terbesar kedua, Mandalay. Gempa tersebut juga dirasakan di Thailand dan China yang berbatasan dengan Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan, Sabtu (29/3/2025), tim informasi junta Myanmar mengatakan 1.002 orang diketahui tewas dalam gempa tersebut, dengan 2.376 orang terluka. Dilansir AFP, sekitar 10 orang meninggal dunia di Bangkok, Thailand.

Baca juga : Korban Tewas Gempa Myanmar Kini Tembus 694, Korban Luka 1.670 Orang

Menurut pakar gempa bumi University College London (UCL) Bill McGuire, seperti itu adalah gempa terbesar yang melanda daratan Myanmar dalam tiga perempat abad. Dan getarannya yang kuat dapat merusak bangunan-bangunan di seluruh Bangkok, sekitar 1.000 kilometer jauhnya dari pusat gempa.

Tim penyelamat di ibu kota Thailand bekerja sepanjang malam mencari pekerja yang terjebak ketika gedung pencakar langit 30 lantai yang sedang dibangun runtuh, berubah menjadi tumpukan puing dan logam bengkok dalam hitungan detik karena kekuatan guncangan.

Adsense

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan kepada AFP bahwa sekitar 10 orang dipastikan tewas, sebagian besar akibat runtuhnya gedung pencakar langit.

Namun, hingga kini 100 pekerja masih belum diketahui keberadaannya di gedung tersebut, yang dekat dengan pasar Chatuchak yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Baca juga : AS Siap Bantu Korban Gempa Myanmar, Trump: Yang Terjadi Sungguh Mengerikan

"Kami melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang kami miliki karena setiap kehidupan itu penting," kata Chadchart kepada wartawan di lokasi kejadian.

"Prioritas kami adalah bertindak secepat mungkin untuk menyelamatkan mereka semua," imbuhnya.

Kedutaan Besar Jepang di Myanmar mengumumkan dua warganya menderita luka ringan dalam bencana itu.

Bantuan Internasional untuk Myanmar

Menanggapi besarnya skala kerusakan gempa, pemimpin junta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing pada Jumat menyatakan negaranya terbuka bagi bantuan dari komunitas internasional.

Baca juga : Gempa 7,7 SR Myanmar Tewaskan 4 Orang, 1 Di Thailand 3 Di Mandalay

China Amerika Serikat, Rusia, Singapura, dan serta sejumlah negara dan organisasi internasional lain memastikan kesiapan mereka untuk mengirimkan bantuan ke Myanmar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense