BREAKING NEWS
 

Makan Mewah Di 100 Restoran, Kabur Tanpa Bayar

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 11 April 2025 06:01 WIB
Ilustrasi makan mewah. (Foto Oddity Central)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di Prancis ada modus kejahatan unik yang dilakukan ayah dan anak. Keduanya berkunjung ke sekitar 100 restoran selama tiga tahun terakhir, makan, lalu kabur tanpa bayar.

Ayah berusia 48 tahun itu mengajarkan anak laki-lakinya yang berusia 18 tahun perbuatan kriminal. Akibatnya, keduanya ditangkap di Toulon, Prancis, pada Kamis (3/4/2025).

Dilansir Oddity Central, ayah dan anak itu berpura-pura sebagai pelanggan. Keduanya memesan makanan mewah dan makan seperti biasa.

Baca juga : Reaksi Pasar Dinilai Berlebihan, LPS: Waktu Tepat Beli Saham

Namun, saat waktunya membayar, si ayah berpura-pura tidak bisa membayar tagihan karena kartu kredit mereka tidak berfungsi. Dia juga berdalih tidak membawa uang tunai.

Sang ayah kemudian meninggalkan kartu identitas sebagai jaminan. Dia berjanji akan kembali membayar.

Adsense

Ternyata, keduanya tidak pernah kembali. Penjahat perut itu membuat laporan kehilangan agar bisa mendapatkan kartu identitas baru di catatan sipil. Kemudian, keduanya mengulangi penipuan yang sama di tempat lain.

Baca juga : Komunikasi Pemerintahan Masih Kurang, Prabowo: Itu Tanggung Jawab Saya

Sebelum beraksi, ayah dan anak ini melakukan riset di internet. Keduanya menargetkan restoran yang dikenal ramah terhadap pelanggan.

Duo kriminal itu tidak pernah mengunjungi tempat yang sama. Mereka berpakaian rapi dan memesan makanan lengkap dengan tagihan antara 80 hingga 150 euro (sekitar Rp 1,4 juta hingga Rp 1,8 juta).

Penipuan ini terbongkar setelah salah satu pemilik restoran mengunggah foto kartu identitas sang penipu di media sosial. Kisah duo gratisan tersebut akhirnya viral. Hal itu mendorong puluhan pemilik restoran lain melaporkan kejadian serupa.

Baca juga : Macan Kemayoran Wajib Menang Lawan Persebaya

Total ada 43 laporan diterima oleh polisi. Setelah penyelidikan berbulan-bulan, keduanya akhirnya ditangkap.

Sang ayah mengaku telah melakukan penipuan sekitar 100 kali sejak Januari 2021 hingga Agustus 2024.

Polisi mengatakan, para korban umumnya terlalu sibuk. Terkadang mereka juga tidak terlalu peduli melaporkan, karena menganggap itu hanya kerugian kecil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense