RM.id Rakyat Merdeka - Departemen Pertahanan (Dephan) Amerika Serikat (AS) sedang diselidiki gara-gara Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth diduga membocorkan rencana serangan militer AS terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Informasi tersebut kabarnya dia bagikan melalui grup obrolan pribadi, Signal, yang melibatkan anggota keluarga, pengacara dan timnya.
Penggunaan aplikasi nonresmi untuk berbagi rincian operasi militer telah memicu kekhawatiran tentang keamanan informasi strategis. Inspektur Jenderal Dephan AS (Pentagon) kini tengah melakukan penyelidikan internal terkait insiden ini.
Kasus ini menjadi sorotan besar. Kondisi Pentagon tidak baik-baik saja, menyusul pemecatan beberapa pejabat senior yang diduga terkait dengan kebocoran informasi.
Baca juga : PM Selandia Baru Marah, Memilih Terjunkan Militer
Dilansir New York Times (NYT), Minggu (20/4/2025), grup chat Signal itu beranggotakan istri, saudara laki-lakinya dan pengacara pribadinya. Informasi yang dibagikan soal rencana serangan AS kepada kelompok Houthi di Yaman pada 15 Maret lalu. Informasinya termasuk jadwal penerbangan jet tempur F/A-18 Hornet yang menargetkan Houthi di Yaman.
Istri Hegseth, Jennifer, adalah jurnalis dan mantan produser Fox News. Grup perpesanan tersebut juga mencakup saudara laki-lakinya, Phil dan Tim Parlatore, yang keduanya bertugas di Pentagon.
Baca juga : MARDANI ALI SERA : Data Penduduk Info Rahasia, Wajib Dilindungi
Parlatore masih bertugas sebagai pengacara pribadi Hegseth. Ada juga Penasihat Hegseth, yaitu Dan Caldwell dan Darin Selnick. Serta, Kepala Staf Hegseth, Joe Kasper.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.