BREAKING NEWS
 

Rencana Serangan Ke Kelompok Houthi, Disebar Ke Group WA Keluarga

Bocorin Info Rahasia, Menhan AS Diselidiki

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 22 April 2025 04:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. (Foto Instagram @petehegseth)

 Sebelumnya 
Ini kedua kalinya bos Pentagon itu disebut membagikan informasi militer yang sensitif di grup chat pribadi dengan orang-orang yang tidak berwenang.

Kebocoran pertama terjadi di grup yang diprakarsai Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz seperti tidak disengaja. Pemimpin Redaksi The Atlantic Jeffrey Goldberg dimasukkan ke dalam grup sehingga kasus kebocoran ini jadi pemberitaan The Atlantic.

Adsense

Baca juga : Lansia Jangan Takut Divaksin Ya, Warga Bogor Usia 104 Tahun Sehat-sehat Saja Pasca Disuntik

Sedangkan di grup obrolan terbaru yang ada keluarganya, dibuat Hegseth menggunakan ponsel pribadi. Hegseth awalnya membuat grup Signal terpisah sebagai forum untuk membahas informasi administratif atau penjadwalan rutin.

Dua sumber NYT mengatakan, Hegseth biasanya tidak menggunakan obrolan Signal untuk membahas operasi militer yang rahasia. Sumber yang mengetahui grup obrolan itu mengatakan, para ajudan Hegseth sudah memperingatkannya. Tetapi, Hegseth tidak mau mendengar.

Baca juga : PM Selandia Baru Marah, Memilih Terjunkan Militer

Selnick dan Caldwell dituduh membocorkan informasi rahasia dan dipecat dari Dephan, pekan lalu. Keduanya bersama Colin Carroll, Kepala Staf Wakil Menhan Steve Feinberg, yang juga dipecat terkait kasus kebocoran ini, mengaku tidak bersalah.

“Sedang dilakukan peninjauan untuk menentukan sejauh mana Menhan dan personal Dephan lainnya mematuhi kebijakan dan prosedur penggunaan aplikasi pengiriman pesan komersial untuk urusan resmi,” tulis penjabat Inspektur Jenderal Dengan AS Steven Stebbins, dalam surat pemberitahuannya kepada Hegseth.

Baca juga : MARDANI ALI SERA : Data Penduduk Info Rahasia, Wajib Dilindungi

Pemecatan dan kekacauan seputar penyelidikan Inspektur Jenderal membuat situasi tegang dan banyak staf berniat mengundurkan diri. Kasper, salah satunya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense