BREAKING NEWS
 

Jalan Kaki 85 Kilometer Pakai Kostum Burung

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 24 April 2025 04:15 WIB
Matt Trevelyan mengenakan kostum burung Curlew. (Foto New York Times)

RM.id  Rakyat Merdeka - Matt Trevelyan, pecinta burung di Inggris, berjalan sejauh 85 kilometer (km) mengenakan kostum burung buatan sendiri. Trevelyan melakukan hal ini untuk meningkatkan kesadaran tentang spesies burung yang terancam punah. Khususnya Eurasian Curlew, burung favoritnya yang populasinya terus menurun di Inggris.

“Mereka memiliki kicauan yang sangat indah. Kicauan itu menyentuh hati,” katanya dilansir New York Post.

Burung Curlew (burung gajahan) memiliki paruh yang panjang seperti belalai gajah. Burung ini memiliki corak cokelat dengan kaki kecil. Burung ini sering ditemukan di pesisir perairan atau pantai.

Baca juga : Lawan Bali United, 3 Pemain Inti Persib Bisa Turun

Trevelyan bekerja sebagai Petugas Pertanian di Kawasan Lindung. Dia membuat kostum sepanjang 3 meter dari bambu, kain muslin dan polistiren. Dia juga membuat paruh mirip burung Curlew dan dengan detail lukisan tangan.

Trevelyan menyelesaikan perjalanannya selama dua hari di akhir pekan Paskah bersama teman dan keluarga. Rute yang diambil dari Nidderdale Way, Yorkshire Dales, Inggris.

Adsense

Dia mengatakan, apa yang dilakukan itu sebagai bentuk dukungan terhadap proyek pelestarian alam menjelang Hari Curlew Sedunia yang jatuh pada 21 April.

Baca juga : Kalah Lawan Indonesia, STY Nilai Korsel Kurang Beruntung

Perjalanan hari pertama pria 46 tahun itu dimulai dari Pateley Bridge sejauh 40 km. Sementara hari kedua Matt menempuh 45 km. Dia menyelesaikan rute berbentuk angka delapan dan kembali ke titik awal.

Trevelyan mengaku, perjalanan itu menyenangkan dengan pemandangan indah dan cuaca cerah. Kostumnya ringan, sehingga mudah dikenakan.

Menurutnya, Nidderdale merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir bagi curlew. Populasi burung tersebut kini tinggal sekitar 58.000 ekor di alam liar. Sisa setengah dari jumlah 20 tahun lalu yang mencapai 116.000 ekor.

Baca juga : Kementerian PU Bantu Sukseskan Program MBG

Penurunan ini disebabkan banyak faktor. Termasuk praktik pertanian masif dan predator alami seperti rubah dan burung gagak.

“Mereka menyukai ladang yang tenang dengan rumput yang tinggi. Tetapi ladang ladang ini sering digunakan oleh petani untuk menghasilkan silase. Dalam prosesnya, traktor menghancurkan telur atau membunuh burung-burung tersebut,” ujarnya.

Trevelyan berharap, aksinya dapat menginspirasi masyarakat lebih peduli terhadap konservasi dan berinteraksi dengan alam secara bijak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense