Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth memerintahkan pejabat Pentagon untuk memangkas anggaran militer sebanyak delapan persen.
Dilansir Washington Post, Kamis (20/2/2025), Hegseth berencana mengalokasikan dana yang dipotong untuk prioritas keamanan lain yang direncanakan Presiden Donald Trump.
Para pejabat terkait di Pentagon pun diminta melakukan penghematan dan pemotongan di departemen masing-masing. Laporan pemasukan dan pengeluaran setahun belakangan pun diminta untuk diserahkan untuk pemeriksaan.
Baca juga : Efisiensi Anggaran, Menpora Dito Pastikan Pelatnas Tetap Berjalan
Hegseth mengatakan, jika berhasil Kementerian Pertahanan AS bisa memangkas anggaran sampai 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp 811 triliun pada tahun fiskal 2026.
Menurut Washington Post, anggaran militer AS bisa turun hingga 290 miliar dolar AS atau sekitar Rp 4.700 triliun dalam lima tahun.
"Pengurangan tersebut ditargetkan delapan persen dari anggaran Pemerintahan (Joe) Biden untuk tahun fiskal 2026, dengan total sekitar 50 miliar dolar AS, yang kemudian akan digunakan untuk program-program yang sejalan dengan prioritas Presiden Trump," terang Wakil Menteri Pertahanan Robert Salesses, dilansir AP, Kamis (20/2/2025).
Baca juga : BNN Tetap Profesional Memberantas Narkoba
Daftar potensi pengurangan tersebut dilaporkan akan selesai disusun paling lambat pada 24 Februari nanti.
Sejumlah sumber mengatakan sudah masuk dalam daftar pemangkasan anggaran diantaranya komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, pendanaan untuk misi militer Amerika Serikat di perbatasan Meksiko serta rudal pertahanan.
Untuk komando militer Amerika Serikat yang beroperasi di luar negeri seperti Eropa, Timur Tengah dan Afrika mendapat pengecualian.
Baca juga : Berkat PNM, Anak Petani Bawang Bisa Berangkat Ke Korea
Ada 17 kategori yang mendapat pengecualian, termasuk operasi di perbatasan AS dengan Meksiko dan modernisasi senjata nuklir dan pertahanan rudal.
Masih belum jelas bagaimana upaya ini bisa sejalan dengan inisiatif penghematan lainnya yang dipimpin oleh tim perampingan Elon Musk. Tim penghematan anggaran ini, memulai pekerjaan mengevaluasi anggaran dari Pentagon. Di antara penghematan lainnya adalah pengurangan jumlah pegawai federal di Paman Sam.
Setiap tahun anggaran pengeluaran Pentagon mendekati 1 triliun dolar AS. Desember 2024, Biden menandatangani sebuah rancangan undang-undang yang membolehkan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menghabiskan anggaran 859 miliar dolar AS untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 September 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya