BREAKING NEWS
 

Pemakaman Paus Dihadiri Lautan Manusia

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Minggu, 27 April 2025 08:15 WIB
Ratusan ribu orang menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (26/4/2025). (Foto: vatikanenws)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lapangan Santo Petrus, Vatikan berubah menjadi lautan manusia saat prosesi pemakaman Paus Fransiskus, Sabtu (26/4/2025). Puluhan kepala negara, keluarga kerajaan, serta ratusan ribu umat Katolik dari berbagai penjuru dunia hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada paus pertama asal Argentina itu.

Menurut laporan Polisi Vatikan, sekitar 250.000 orang hadir dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus. Sebagian besar berkumpul di Lapangan Santo Petrus. Sisanya membludak hingga memenuhi Via della Conciliazione dan mengular sampai ke Basilika Santa Maria Maggiore yang berjarak sekitar lima kilometer.

Laporan BBC menyebutkan, sebgian umat sudah berdatangan sejak pagi. Bahkan ada yang sudah tiba sejak malam sebelumnya. Banyak dari mereka bermalam di Lapangan Santo Petrus sambil membawa lilin, rosario, dan bendera negara masing-masing. Mereka rela menginap untuk mendapatkan posisi terbaik saat menyaksikan prosesi pemakaman.

Selain umat Katolik, prosesi pemakaman juga dihadiri sejumlah pemimpin dunia. Tampak hadir Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mantan Presiden AS, Joe Biden bersama istri, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Presiden ke-7 Jokowi turut hadir sebagai utusan Presiden Prabowo Subianto.

Dari kalangan kerajaan, hadir Pangeran William mewakili Kerajaan Inggris. Raja Felipe VI dan Ratu Letizia dari Spanyol juga turut hadir. Hadir pula perwakilan kerajaan dari Belgia, Swedia, Denmark, dan Monako.

Baca juga : Jaga Stok Di Dalam Negeri, Ekspor Beras Masih Ditutup

Para tamu kenegaraan dan delegasi internasional menempati kursi di sisi kanan Lapangan Santo Petrus, sementara sisi kiri diisi oleh para uskup, pastor, dan anggota gereja. Prosesi pemakaman ini dihadiri oleh 224 kardinal serta sekitar 750 pastor dan uskup dari berbagai belahan dunia.

Tepat pukul 10 pagi waktu setempat, atau pukul 15.00 WIB, lonceng Basilika Santo Petrus berdentum berkali-kali. Bersamaan dengan itu, prosesi pemakaman Paus Fransiskus dimulai. Suara dentingan itu menggema. Sesaat kemudian, peti jenazah Paus Fransiskus perlahan muncul.

Suasana haru pecah saat peti jenazah Paus Fransiskus dibawa memasuki Lapangan Santo Petrus. Para pelayat yang memadati alun-alun spontan bertepuk tangan panjang memberi penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka.

Peti kayu sederhana itu dibawa oleh para “Gentlemen of His Holiness”, para pelayan khusus yang selama ini mendampingi sang Paus. Mengikuti di belakangnya, para kardinal berjalan berurutan sesuai senioritas. Masing-masing berhenti sejenak untuk mencium altar sebelum menuju tempat duduk mereka.

Adsense

Kardinal Giovanni Battista Re menjadi kardinal terakhir yang memasuki lapangan. Ia bertugas memimpin misa pemakaman.

Baca juga : OSO: Hanura Dukung Pemerintahan Prabowo

Seremoni pemakaman berlangsung sekitar 90 menit, jauh lebih singkat dibandingkan prosesi serupa di masa lalu. Upacara dimulai dengan pembacaan teks liturgi, dilanjutkan homili yang disampaikan oleh Kardinal Giovanni Battista Re, serta doa-doa universal dalam berbagai bahasa.

Berbeda dari para pendahulunya, Paus Fransiskus sejak awal memilih prosesi yang lebih sederhana. Ia bahkan menulis ulang tata upacara pemakaman, menghapus beberapa bagian panjang yang biasanya mengiringi perpisahan seorang Paus. Jika pemakaman Paus Yohanes Paulus II pada 2005 berlangsung hingga tiga jam, kali ini upacara perpisahan hanya memakan waktu setengahnya.

Selesai misa, peti jenazah Paus Fransiskus dibawa menuju Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Meski publik tidak diizinkan mengikuti prosesi dari dekat, iring-iringan peti jenazah dapat disaksikan dari balik pembatas logam yang dipasang sepanjang rute sejauh sekitar empat kilometer.

Terlihat, ribuan orang berdiri di pinggir jalan sepanjang kota Roma menanti iring-iringan tersebut, untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Bapa Suci. Dari siaran langsung Vatikan News, mobil khusus kepausan yang bernama “popemobile” berwarna putih melaju dengan kecepatan rendah, membawa peti jenazah Paus Fransiskus. Mobil dikawal oleh sejumlah petugas pengamanan.

Ribuan umat yang hadir, dengan tertib berdiri di kanan kiri jalan. Mereka antusias menyambut iring-ringan peti jenazah Paus Fransiskus. Mereka berdiri di belakang garis pembatas yang sudah terpasang di sepanjang jalan yang dilewati iring-iringan.

Baca juga : Setelah Bicara Soal Demografi, Gibran Kini Membahas Hilirisasi

Saat peti jenazah Paus lewat, umat menyambut dengan tepuk tangan. Beberapa dari mereka juga ada yang mengeluarkan ponsel mengabadikan momen tersebut. Ada juga yang melambaikan tangan seraya mengucapkan selamat jalan kepada Paus Fransiskus.

Di Basilika Santo Maria Maggiore, prosesi pemakaman digelar tertutup. Mengutip laporan CNN, Vatikan menyebut upacara pemakaman dimulai pukul 13.00. “Dan prosesi pemakaman berakhir pada pukul 13.30 waktu setempat,” tulis keterangan Vatikan.

Prosesi sederhana ini dipimpin oleh Kardinal Kevin Farrell, camerlengo atau pejabat yang bertanggung jawab atas pengaturan pemakaman Paus.

Paus Fransiskus menjadi Paus pertama dalam lebih dari satu abad yang memilih untuk dimakamkan di luar kompleks Vatikan. Dalam surat wasiatnya, ia meminta agar makamnya hanya bertuliskan satu kata sederhana: “Fransiskus,” tanpa tambahan gelar “Pope” di depan namanya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense