BREAKING NEWS
 

Kerja Sama Jakarta-Moskow Makin Erat, Dubes Rusia Tangkis Kecurigaan Australia

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 29 April 2025 04:05 WIB
Dubes Sergei Tolchenov (tengah) berfoto dengan para mahasiswa di sela kuliah umum di Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4/2025). (Foto RM.id/HO-Kedubes Rusia Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Rusia dan Indonesia terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari diplomasi hingga investasi ekonomi. Namun, di tengah upaya penguatan kerja sama, Australia menilai keterlibatan Rusia di Indonesia sebagai ancaman.

Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan, Australia kerap salah menafsirkan aktivitas Rusia di negara-negara sahabatnya, termasuk Indonesia.

Baca juga : Kejagung Tetapkan Mantan Pejabat MA Zarof Ricar Tersangka Pencucian Uang

“Apalagi mereka akan melaksanakan Pemilu tidak lama lagi. Para politisi di sana berlomba-lomba menunjukkan sikap paling keras terhadap Rusia,” terang Tolchenov dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Menurut Dubes Tolchenov, sikap Australia terhadap Rusia kerap curiga. Hubungan kedua negara bahkan membeku sejak awal 2000-an. Sejak 2014, Moskow menetapkan Australia sebagai negara yang tidak bersahabat (non-friendly country).

Baca juga : 11 Seniman Indonesia Unjuk Karya Di Serial ABC Australia

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese beberapa waktu lalu menuding Rusia berupaya mengganggu Pemerintah Canberra dengan rencana membangun pangkalan militer di Biak, Papua.

Dubes Tolchenov membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, program Rusia di Biak bukan berkaitan dengan militer, melainkan proyek luar angkasa.

Baca juga : Kementerian BUMN Apresiasi BNI Beri Kemudahan Bagi PPI Australia

“Anggapan Australia salah besar. Rusia tidak pernah berniat membangun pangkalan militer di Indonesia. Rusia memang punya program di Biak, tapi itu terkait peluncuran roket luar angkasa,” tegasnya.

Adsense

Dubes Tolchenov menjelaskan, sejak awal 2000-an, Rusia dan Indonesia telah menjajaki kerja sama peluncuran roket dari Biak. Faktor geografis menjadi pertimbangan utama. Karena lokasi Biak yang dekat dengan khatulistiwa, membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat dibandingkan peluncuran dari Rusia atau Kazakhstan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense