Dark/Light Mode

Perkuat Pembangunan Jakarta

Golkar DKI Komit Dukung Pemerintahan Pram-Rano

Rabu, 19 Maret 2025 07:20 WIB
Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar DKI Jakarta berkomitmen mendukung pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat program pembangunan Jakarta.

“Kami dari Partai Golkar sudah memberikan komitmen untuk mendukung kepemimpinan Pak Gubernur (Pramono) beserta seluruh jajaran dari Pemprov DKI Jakarta untuk membangun Jakarta yang kita cintai,” kata Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, dalam ac­ara buka puasa bersama dengan Gubernur Pramono, di Kantor DPD Golkar DKI, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2026).

Zaki mengatakan, meskipun tantangan pembangunan Jakarta ke depan tidak ringan, pihaknya percaya kepemimpinan Pram-Rano mampu merealisasikan visi dan misi pembangunan daerah yang selaras dengan program Pemerintah Pusat.

“Jangan diragukan kepemimpinan Pak Pramono. Karena pengalamannya lengkap. Senior saya di DPR, pernah jadi menteri, dan sekarang giliran memimpin daerah nomor satu di Indonesia,” katanya.

Begitu pun dengan Rano Karno. Kata Zaki, Rano juga memiliki pengalaman yang lengkap. Pernah menjadi wakil bupati, wakil gubernur, gubernur,dan anggota DPR. Zaki juga mengaku cukup dekat dengan Rano.

“Beliau (Rano) kakak saya.Pernah jadi Wakil Bupati Tangerang. Jadi Gubernur Banten. Dan sekarang saatnya mimpin Jakarta,” katanya.

Baca juga : InJourney Pede Hunian Hotel BUMN Meningkat

Karena itu, kata Zaki, Partai Golkar akan selalu bersama Pemerintah dan menjadi jembatan bagi masyarakat. “Kita du­kung Pemerintah untuk terus bekerja membangun Jakarta dan mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta, Basri Baco, menambah­kan, pihaknya kini mendukung pemerintahan Pramono Anung, meskipun dalam Pilkada 2024, Golkar mengusung pasangan calon lain.

“Di tempat ini juga kami berjibaku kurang lebih hampir empat bulan, berpikir keras, pulang pagi, rapat sampai pagi demi melawan Pak Gubernur, sebenarnya,” katanya.

“Namun takdir berkata lain Pak Gubernur. Hari ini yang menjadi Gubernur adalah Pramono Anung Wibowo,” sam­bung Baco.

Menurut Baco, setelah Pilkada selesai, sebagai partai yang pro Pemerintah atau partai yang se­lalu berada di Pemerintah, tidak ada pilihan lain bagi Golkar selain mendukung Pemerintahan DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pram-Rano.

“Alhamdulillah semua setuju Pak Gubernur. Mohon maaf kami agak menjaga etika ke­marin. Terlambat menghadap kecuali sudah pelantikan, demi untuk menjaga perasaan yang di sebelah sana,” katanya.

Baca juga : Pemerintah Optimalkan Peran Usaha Wong Cilik

Baco mengapresiasi kehadiran Pramono dan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin dalam kegia­tan buka puasa bersama tersebut. Dia mengatakan, dua tokoh sen­tral di DKI Jakarta hadir dalam acara ini karena menghargai dan menghormati keluarga besar Partai Golkar.

“Kami bersyukur dan berter­ima kasih kepada dua pimpinan kita, yaitu Pak Gubernur dan Ketua DPRD,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Pramono Anung mengaku tersanjung atas undangan DPD Golkar DKI Jakarta. “Ini pertama kali partai politik yang mengundang yang saya penuhi. Ini pertama kali,” katanya.

Meski berasal dari partai yang berbeda, Pramono mengaku memiliki hubungan baik dengan jajaran DPD Golkar DKI Jakarta. Dia juga mengingat kedekatan dengan Ahmed Zaki saat sama-sama bertugas di Komisi I DPR.

Pram mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, dia mengaku sempat menolak penugasan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta.

“Saya ini menjadi calon gu­bernur, kalau bisa menolak pada waktu itu pasti saya sudah meno­lak, dan saya menolak. Tetapi ya memang kadang-kadang kita tidak tahu garis tangan,” ujar Pramono.

Baca juga : BPBD Cs Geser Potensi Hujan Ekstrem Ke Laut

Pada kesempatan ini, Pram berkelakar, dirinya menghadiri undangan karena takut dengan Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi Partai Golkar, Basri Baco. “Kenapa saya penuhi? Saya takut sama Pak Basri Baco,” ucap Pramono diikuti tawa tamu undangan.

Politisi PDIP ini lanjut berkelakar. Dia selalu merasa degdegan setiap kali melewati Kantor DPD Partai Golkar dulu lantaran sosok Basri Baco.

“Apa yang dikerjakan di da­lam itu? Karena dulu kalau dengar nama Basri Baco itu pasti deg-degan,” imbuh dia.

Pramono mengaku kini bahagia karena dapat mengunjungi kantor DPD Partai Golkar Jakarta. “Terus terang saya merasa mendapatkan kebahagiaan ketika masuk ke tempat ini,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.